Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Omong Kosong bernama “barat”


Ceritanya ada seorang sastrawan dari perancis bernama Victor Hugo yang menuliskan (ini kira-kira terjemahannya) :

“Bangsa Eropa sangat berhak atas tanah Afrika, karena tanah Afrika adalah milik Tuhan yang diberikan kepada Bangsa Eropa”

Kalimat ini sangatlah ampuh bagi para kaum kolonial di masa lalu. semangat Glory, Gold and Gospel menjadi jargon yang sangat efektif bagi mereka untuk terus menjajah dan “menyelamatakan” bangsa afrika dari kegelapan dan kebodohan.

Hukum ini pun tampaknya berlaku bagi bangsa Asia. kaum kolonial menilai bahwa mereka telah melakukan “enlightenment” kepada bangsa Asia atas kolonialisasi yang mereka jalankan.

Benarkah ?

sederhananya, alasan itu bangsa eropa adalah karena kebutuhan mereka. kebutuhan akan sumber daya alam dan manusia, dan kebutuhan akan pasar. akibat dari industrialisasi, mereka memproduksi barang berlebihan. tentu butuh di jual, dan mereka memang mendesain negara yang mereka koloni sebagai negara konsumen bagi produk yang mereka buat.

Kini telah lewat setengah abad sejak perang dunia kedua berakhir. perang ini juga menandakan akhir dr era kolonialisme dan menjadi awal dari era kapitalisme.

hmm… ataukah kapitalisme adalah bentuk “lembut” dari kolonialisme ?

pola dan skema yang terjadi sangatlah serupa. ada negara produsen dan konsumen. ada negara penghasil bahan baku, ada negara yang produksi.

ada intervensi sosial bahkan hukum dan politik. ada negara lemah, dan ada negara yang kaya.

apalagi bila mengacu pada teori neo-keynessian. mereka membutuhkan orang miskin, dan orang yang penganguran agar teori ekonomi mereka terbukti.

lalu bila ada kampanye berantas kemiskinan dan pengangguran, bukankah itu hanya menjadi omong kosong belaka ?

lantas, buat apa kita mendengarkan apa yang orang barat “ajarkan” kepada Indonesia ?

itu refkleksi bodoh saya. bagaimana pendapat kamu ?

#refleksibodohmahasiswaesdua

Advertisements

One comment on “Omong Kosong bernama “barat”

  1. ramadhan-odhon_34
    October 15, 2012

    i think so

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 4, 2012 by in Refleksi Mahasiswa S2.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,220,124 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,318 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: