Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Rindu di Den Haag


Den Haag, 15 Oktober 2012

 

Ceritanya sekarang jam 1 pagi. dan saya masih mengisi waktu saya dengan tulisan – tulisan tentang ‘Industrialization and Trade Statecraft’. Sembari dengerin radio ppi dunia. eh terputar lagu yang saya lupa judul dan penyanyinya. tapi liriknya begini …

You know I can’t smile without you
I can’t smile without you
I can’t laugh and I can’t sing
I’m finding it hard to do anything
You see I feel sad

 when you’re sad
I feel glad when you’re glad
If you only knew what I’m going through
I just can’t smile without you

Suhu 6 derajat, hujan kencang di luar, kamar sepi hanya dengar suara radio itu bukan keadaan yang menyenangkan. Saya tau galau itu gak baik. Tapi kalau kangen itu kan wajar ya. Namanya juga manusia. hehe

ada sebuah percakapan yang tampaknya ratusan kali saya ulangi sama istri saya. kurang lebih begini percakapannya.

Saya : Ade Cantik Banget deh
Istri : Masa sih tau dari mana ? apa buktinya ?
Saya : Buktinya kita udah nikah sekarang
Istri : jadi alasan nikah sama ade, cuma karena cantik aja ?
Saya : ya nggalah, karena ade Sholeh … (dan berbagai pujian lain)
Istri : oh gt ya, kata siapa ?
Saya : Siapa apa ?
Istri : Siapa yang nanya ?

entah mengapa percakapan ini seperti sudah template. tetapi saya tidak pernah bosan untuk mengulangnya.

hmm.. kadang memang hidup itu berat. penuh ujian. untuk itulah mengapa Allah menciptakan manusia berpasang-pasangan. ada pria dan perempuan. bukan untuk saling bersaing, apalagi menyakiti. tetapi untuk saling melengkapi dan menguatkan.

Refleksi bodoh saya mengatakan kalau kamu sudah memiliki sahabat hati, maka cintailah ia setulus hati kamu. karena ialah anugrah terindah yang Allah berikan.

Ingatlah ia selalu sebelum kamu memutuskan sesuatu, ingatlah perasaannya sebelum kamu berkata, ingatlah senyumannya sebelum kamu bersikap, ingatlah bahwa ia mencintaimu sebelum kamu berpikir tentang masa depan.

Bukankah obat rindu itu bukan bertemu ? tetapi ketika doa terpanjatkan dengan harap bisa segera bersua, dan kelak membangun istana di Surga Sang Pemilik Cinta.

ah ini bukan refleksibodohmahasiswaesdua, ini sih ungkapan rindu untuk Sahabat Hati Dwi Yoshafetri Yuna.

dan saya pun menangis ditengah hujan es di Den Haag.

-sekian-

#refleksibodohmahasiswaesdua

Advertisements

One comment on “Rindu di Den Haag

  1. ramadhan-odhon_34
    October 15, 2012

    Ranca’ bana, Uda Yusuf! gud lak di Holland! 😀 selalu sabar ya,kak! bang dhani bakal nyusul ke deutch tuh akhir Jan esok(pasti lebih tau) 😀 wah bangganya punya alumni as you, bang. Hmmm.. doain saya juga ya untuk masa depan dunia akhirat yg more better. Cz we’ll make its smile 🙂 [afwan klo sok kenal gini] haha. ]wassalam’alaikum! -Rohis34’11-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 15, 2012 by in Refleksi Mahasiswa S2.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,226,691 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,319 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: