Rekayasa Sosial dan Perputaran Sejarah


Den Haag, 17 oktober 2012

 

Ceritanya kemarin saya tutorial mata kuliah State, Societies and the Politics of Development dan Social Action in Communities, Markets and Polities. Yah bahasa mudahnya ini kelas sosiologi dan political science.

kemarin itu semacam pengayaan untuk persiapan ujian. ada kesamaan dari pola ujian dari kedua mata kuliah ini. yakni dosen akan memberikan beberapa kata dan kita diminta menjabarkan kata tersebut dengan bahasa kita dan juga memberikan contoh yang sesuai untuk menggambarkan kata tersebut.

contoh kata-katanya seperti ini :

social exclusion
liberal democracy
stratification
economic system
power and legitimacy
gender

yah semacam itulah. kata-kata ini disebut sebagai konsep.

tetapi kemarin saya mengajukan sebuah argumen, kalau bicara ilmu sosial, maka tidak ada yang pasti. maka tidak ada jawaban benar atau salah. karena ilmu sosial bukan hanya sekedar teori, tetapi juga hasil refleksi pengalaman hidup kita.

buat feminis dan buat saya, bisa jadi memiliki cara pandang terhadap ‘gender’ yang berbeda. dan itu wajar saja. karena itulah ilmu sosial.

lalu bu dosen dan pak dosen kami, mengatakan,

‘ya memang, kami tidak mengharapkan kalian menuliskan sesuatu yang ada dibuku, tetapi sejauh mana kamu bisa punya argumen yang kuat, justru kita juga ingin melihat kemampuan kalian dalam menganalisis kata-konsep ini dalam kehidupan kalian’

setelah kuliah, saya dan beberapa rekan-rekan berdiskusi. kalau gitu, kita tinggal nulis aja di depan kalimat sebelum menjawab ‘it depends’ maka setidaknya nilai 50 sudah ditangan.

refleksi bodoh saya mengatakan menariknya ilmu sosial adalah berada pada ketidakpastiannya itu. karena pada akhirnya dalam hidup lebih banyak yang tidak pasti ketimbang yang pasti.

manusia belajar jadi manusia dengan belajar ilmu sosial. sangat disayangkan bila sekolah-sekolah di Indonesia melihat IPS tidak lebih baik dari IPA.

padahal bila melihat sejarah peradaban dan perguliran pembangunan dunia. para ahli sosial yang mampu melakukan social engineering lah yang mampu mengatur perputaran dunia ini.

sebagaimana contoh, cina, india, dan eropa barat sangat maju dalam ilmu teknik dan pertanian di masa pertengahan. lalu muncul kelompok yahudi yang ditolak dimana-mana. tidak bisa menjadi pekerja ataupun teknokrat.

akhirnya, sekelompok yahudi ini bermain dalam tingkatan keilmuan yang lebih tinggi. yaitu finance, dan membuat sebuah institusi bernama “bank” dan dengan inilah yahudi berhasil mengenggam dunia dengan cara yang sangat cantik.

setelah dunia keuangan (diatas perdagangan) dikuasai, maka yahudi kembali menguasai media (dulu belum ada istilah media, hanya ada komunikasi).

apa yang dilakukan yahudi adalah social engineering tingkat sangat tinggi. melampaui kemampuan berpikir manusia pada masanya.

saya tidak bermaksud membahas kontroversi yahudi disini. saya ingin melihat dalam konteks sosial, begitulah cara menguasai peradaban. kemampuan sebuah bangsa dalam ilmu sosial ini mempunyai peran strategis.

sejarah telah membuktikan. dan sejarah selalu berulang.
tinggal maukah kita membuktikan lagi.

yah ini hanya sekedar refleksi bodoh. bisa salah, yah dalam ilmu pengetahuan, salah itu boleh. yang tidak boleh adalah berbohong.

#refleksibodohmahasiswaesdua

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s