2 Tahun Menjadi Sarjana


Den Haag, 22 Oktober 2012

 

Ceritanya hari ini tepat dua tahun sejak kampus asri di Jalan Ganesha memberikan saya gelar Sarjana Teknik. Yah atas jerih payah, kerja keras, pengorbanan dan penuh air mata (ini lebay pastinya) saya menyelesaikan studi saya pada waktu yang tepat.

Ketika dulu masuk Kampus tersebut, saya disambut dengan tulisan “selamat datang putra putri terbaik bangsa”

ah tulisan ini memang sangat dahsyat unt

uk membangkitkan kebanggaan terhadap almamater tersebut. dalam bahasa lain, ini kalimat sangat membangkitkan arogansi pribadi.

“gw anak ITB loh”

ketika sidang terbuka, Rektor saya saat itu, mengatakan “kalian adalah crim del’a crim” bahasa perancis yang kalau tidak salah yang artinya yang terbaik dari yang terbaik.

ketika OSKM (Ospek) , si komandan lapangan dengan lantang berteriak kepada 3000an mahasiswa baru angkatan saya di lapangan Sabuga, “berjuta rakyat menanti tanganmu, Indonesia menanti pemimpin masa depan yang akan lahir di kampus ITB”

Ketika saya Ospek Himpunan, si Ketua Himpunan mengatakan “kalian lah sang perencana, the few, the proud ! we will shaping the future”

Bener-bener memang , kalau saya ingat-ingat dan pikir-pikir. Sombong bener yah anak ITB. Yah tapi itu hanya sebagian potret diantara jutaan potret kehidupan kampus Ganesha.

Saya awalnya tidak begitu nyaman dengan kesombongan bener ini. Lalu saya jadi Presiden Mahasiswa di Kampus Ganesha itu. Ada sahabat saya mengatakan

“suf, anak itb tuh sombong dan arogan, dan kalau mau jadi pemimpin mereka lo harus lebih high profile dari mereka, baru mereka mau nurut”

Saya inget perkataan tersebut, meski tidak begitu saya pikirkan, apalagi saya laksanakan. Tetapi, mungkin memang ada benarnya.

Hmm itu cerita lama semua 🙂
kadang saya suka ketawa sendiri kalau mengingatnya. Masihkah ITB seperti itu ?

Faktanya, ketika saya jadi presiden dan menyambut mahasiswa baru, dan juga di OSKM 2012 saya berbicara. saya masih mengulang kalimat “selamat datang putra putri terbaik bangsa” dan saja masih menyanyikan lagu kampusku 🙂

Kampusku rumahku
Kampusku negeriku
Kampusku kebebasanku
Kampusku wahana kami
Disana kami dibina
Menjadi manusia dewasa
Namun kini apa yang terjadi
Ditindas semena-mena
Berjuta rakyat menanti tanganmu
Mereka lapar dan bau keringat
Kusampaikan salam-salam perjuangan
Kami semua cinta-cinta Indonesia

Ah terlepas dari itu semua, setidaknya saya ditempa untuk menjadi pribadi yang tidak mau kalah dalam persaingan. bekal yang baik ketika sekarang merantau di negeri penjajah. Saya tidak akn biarkan mereka menginjak muka bangsa lagi.

Saatnya Bangsa Indonesia yang melangkah maju kedepan.

Selamat untuk semua sahabat yang wisuda sabtu lalu.

Jangan pernah lupa jargon kita

Demi Tuhan
untuk Bangsa
dan Almamater

MERDEKA !!

Advertisements

2 Comments

  1. Ass,.. Uda yusuf apa yg harus ambo lakukan apabila tiba saatnya nanti anak ambo yg baru ber umur 9 tahun bisa kuliah di ITB tlg di bagi pengalamannya wass dr kerinci

    Terkirim dari tablet SamsungRefleksi Kehidupan Ridwansyah menulis:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s