Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Dibalik Layar Seorang Pemimpin


Den Haag. 23 Oktober 2012

 

Ceritanya pekan ini banyak email dan pesan pribadi melalui sosial media yang menanyakan tentang ‘kepemimpinan’. ada yang dari sebuah media/pers kampus, ada calon ketua organisasi, ada anak SMA yang baru terpilih jadi ketua kelas, dan sebagainya.

Sebelumnya, mohon maaf email tersebut belum saya balas. mungkin baru rabu ini saya balas setelah pekan ujian saya selesai. Karena menjawab tema ini butuh dengan cinta hehe

Mungkin orang ngeliat sekilas tentang orang lain tampak baiknya, atau lebih tepatnya apa yang terjadi saat ini. Seperti kita melihat pemain bola yang mahir, kita tidak pernah tau latihan seperti apa yang dijalaninya sebelum menjadi terkenal. atau artis karismatik, lakon dan pengalaman apa yang pernah ia lakukan hingga sekarang menjadi artis terkemuka.

Bahasa film nya, ‘behind the scene’.

Mungkin orang juga liat saya, apa yang bisa dilihat. Saya hanya bisa bersyukur Allah berikan kesempatan untuk melayani dan mengasah kapasitas diri melalui tanggung jawab kepemimpinan. Ketua, Kepala, Presiden, sekaraang SekJend. Ini kayaknya semua ‘label’ untuk pemimpin organisasi pernah dan sedang dijalani.

Tetapi, saya selalu ingat dan akan selalu ingat pengalaman saya ketika SMP. Titik balik diri saya dalam konteks kepemimpinan. Kisah ini terjadi dua tahun berturut-turut. Kelas 1 dan Kelas 2 SMP.

Mungkin tidak banyak yang tau, hanya sebagian kecil yang mengetahuinya.

Saat Kelas 1 SMP, saya diangkat sebagai Ketua Kelas di Caturwulan Pertama. Sebagai ketua kelas, aktifitas saya sederhana aja sebenarnya. Menyiapkan teman-teman ketika guru datang, memimpin doa ketika sekolah selesai, dan berdiri paling depan ketika upacara.

Sebenarnya, ada lagi, dan inilah yang tidak saya jalani. yaitu menjaga ketertiban siswa di kelas. Kelas dalam kepemimpinan saya saat itu sangatlah aktif dan ramai. Sehingga sebagian mungkin yang ingin serius belajar menjadi merasa terganggu.

Hingga suatu ketika, Wali Kelas saya yang Guru Matematika, dalam pelajarannya mengatakan,

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada ananda ridwansyah yusuf atas kerja kerasnya sebagai Ketua Kelas selama ini, dan MEMBERHENTIKAN secara terhormat posisinya dan digantikan dengan……”

Dan beliau mengucapkannya di tengah caturwulan, bukan di pergantian caturwulan. Artinya ? Saya di PECAT. hehe

Kelas 2 SMP. Saya bergabung dengan ekstrakulikuler KIS (Karya Ilmiah Siswa). Karena yah saya menggunakan mikroskop. kayaknya keren aja gitu pakai jas lab dan megang itu alat.

Saat itu pemilihan ketua KIS selanjutnya. dan saya di dorong beberapa orang untuk maju. Saya tidak mau, karena tidak berminat. Tapi akhirnya maju juga.

Saat pemilihan saya diminta menyampaikan visi misi, dan saat itu saya benar-benar tidak mengerti apa itu visi dan misi.
dengan bodohnya saya mengatakan ketika paparan,

“kalau teman-teman memilih saya, visi saya adalah mentraktir teman-teman teh botol”

dan jadilah semua anggota dan senior dan guru tertawa, karena malu, saya kabur saja pulang dan tidak pernah ikut KIS lagi.

Refleksi bodoh saya mengatakan seseorang itu selalu belajar dan belajar, dan dalam belajar tidak menang atau kalah. dalam belajar tidak perlu takut salah. Yang terpenting adalah kita bisa mengambil pelajaran dari apa yang kita alami.

Buat saya dua kisah memalukan ini selalu jadi pelajaran, kalau menjadi pemimpin itu harus bisa melayani, menjadi teladan, mengetahui arah organisasi, dan mencintai orang-orang yang kamu pimpin.

ketika kamu di pilih menjadi pemimpin pada skala apapun. Orang-orang artinya percaya kepadamu, maka balaslah kepercayaan tersebut dengan kerja keras.

yah setidaknya dari refleksi kisah tersebut, saya memiliki moto hidup;

anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnya, tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya.

#refleksibodohmahasiswaesdua

Advertisements

3 comments on “Dibalik Layar Seorang Pemimpin

  1. febrian hadi
    October 23, 2012

    Jangan lupa dibales uda, kasian kelamaan nunggu email balasannya

  2. Kopi Susu
    October 25, 2012

    😀 manusia itu selalu belajar

    puluhan tahun kemudian
    anak itu menjadi pengampu blog ya
    😀

  3. ratna
    October 30, 2012

    “kalau teman-teman memilih saya, visi saya adalah mentraktir teman-teman teh botol”

    bagian itu lucu banget…:D

    yups, belajar dan belajaar terus memang kuncinya.

    sukses terus ya mas ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 23, 2012 by in Refleksi Mahasiswa S2.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,216,714 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,319 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: