Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Post-2015 Agenda ; Peran Presiden SBY dalam Kemerdekaan Palestina


Den Haag, 16 November 2012

 

Ceritanya ini saya sedang membuat paper tentang ‘post-2015 development agenda’. apakah itu ? kalau kamu pernah dengan MDGs (Millennium Development Goals) yang di kampanyekan oleh PBB. Nah ini Post-2015 agenda adalah kelanjutan dari MDGs. Karena MDGs akan habis pada tahun 2015.

Rencananya tahap kedua dari MDGs ini akan berlangsung dari 2015 hingga 2030. Sebuah rencana 15 tahunan. PBB kini menklaim kalau target MDGs tentang kemiskinan, akses air dan isu perumahan kumuh sudah selesai (UN, 2012).

Sehingga mereka sangat yakin kalau post-2015 agenda ini akan lebih sukses karena negara-negara dunia sudah mulai peka tentang hal ini.

Indonesia bagaimana ? Indonesia dinilai terbilang sukses dalam pencapaian MDGs, hal ini semakin dikuatkan juga dengan Presiden SBY yang dipercaya sebagai high-panel dalam penyusunan post-2015 agenda ini.

Apa strategisnya bagi Indonesia ? menurut saya ini kesempatan bagi Indonesia untuk bisa mengkampanyekan kearifan lokal Indonesia agar dapat menjadi bagian dari standar dan target dari post-2015 agenda ini. apalagi dalam pertemuan Rio + 20 di brazil beberapa bulan lalu, tema sustainable development semakin diangkat.

Posisi strategis ini seharusnya bisa mengangkat bargain Indonesia di dalam lingkaran negara dunia. serta mampu mendorong peran Indonesia sebagai arsitek pembangunan dunia setidaknya untuk 2015-2030.

Sayangnya, yang saya perhatikan, Presiden SBY kurang mencari masukan dari bawah tentang ‘suara Indonesia’ di high panel PBB tersebut. Kalau Presiden SBY bisa petik pelajaran dari kegagalan partisipatif MDGs dalam penyusunannya pada tahun 1998-1999. MDGs dinilai tidak bekerja di banyak negara karena proses deliberatif dalam perumusannya tidak terjadi.

Refleksi bodoh saya mengatakan dengan posisi Indonesia sekarang, baik dalam peran krusial dalam perancangan post-2015 agenda, maupun keanggotaan di G20, dan posisi strategis di ASEAN ; bisa membuat Indonesia tidak hanya menjadi pengikut dalam arus perubahan dunia, tetapi juga mengatur dunia kedepan seperti apa.

percuma jika semua posisi dan peran strategis yang sudah melekat tidak mampu membuat Indonesia semakin meningkat posisi tawarnya.

seperti contohnya jika memang komitmen pemerintah Indonesia untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Indonesia bisa menjadikan salah satu poin dalam post-2015 agenda ; ‘kemerdekaan adalah hak segala bangsa’.

maukah Presiden SBY perjuangkan itu ?

#refleksibodohmahasiswaesdua

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 16, 2012 by in Refleksi Mahasiswa S2.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,226,691 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,319 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: