Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Saya, Kita, dan Palestina


Den Haag, 17 November 2012

 

Ceritanya kemarin saya berpartisipasi dalam aksi solidaritas kepada rakyat Palestina. Kegiatan di inisiasi oleh Komite Palestina-Belanda. Sebuah gerakan kemanusiaan yang berada di Belanda.

Aksi tersebut diadakan di Dam Square-Amsterdam. ini merupakan salah satu pusat keramaian Amsterdam, apalagi hari Sabtu yang notabenenya banyak orang yang hadir.

Bisa dikatakan, aksi kemarin dilangsungkan di salah satu pusat dunia.

Dalam diskusi saya (sekalian perkenalanan PPI Belanda) ke koordinator lapangan Aksi, kami menanyakan tentang rencana lanjutan seperti audiensi di International Court and Justice atau ke US Embassy.

Beliau justru mengatakan “lupakan masalah politik, ini isu kemanusiaan, tugas kita adalah meningkatkan opini dan kesadaran masyarakat dunia’

Vriej Vriej Palestina ! (Free Free Palestina)
begitulah seruan dan yel-yel yang kerap dilakukan oleh para peserta aksi.

Stop israelche apartheid , vrijheid voor palestina !

Stop de aanval op gaza ! Palestina vriej !

Boycot Israel !

inilah kalimat dan pesan yang juga selalu diteriakkan oelh ratusan peserta yang hadir. Menariknya, saya perhatikan yang datang dalam aksi tersebut lebih banyak masyarakat asli belanda dan masyarakat Internasional.

Saya jadi semakin yakin, masalah Palestina, bukan lagi menjadi masalah Islam. tetapi juga menjadi masalah bagi masyarakat dunia.

seruan di Amsterdam ini adalah seruan dari masyarakat dunia. tingkatkan opini dan kesadaran publik bahwa ada penyakit bernama Israel di Timur Tengah. Ternyata, aksi simpatik ini juga berlangsung di Barcelona, London, Seoul, dan kota-kota lainnya.

Kalau kata Bung Karno, Jangan Pernah Lupakan Sejarah, Ingat ! Palestina lah negara yang mendukung Indonesia merdeka dari sebelum Indonesia merdeka. Dan ketika Indonesia merdeka, Palestina juga merupakan negara yang menyerukan agar negara-negara lain mengakui kemerdekaan Indonesia.

Jangan sampai kita ahistoris dengan fakta yang ada. Dukungan kita sekecil apapun akan sangat berarti buat mereka. Dukungan moral buat mereka yang berjuang disana adalah kesegaran yang selalu dinanti. menguatkan mereka bahwa ada saudara-saudara mereka di berbagai belahan dunia yang bersama berjuang untuk kemerdekaan de facto dan de jure dari sebuah negara bernama Palestina.

Refleksi bodoh saya mengatakan, sebagai seorang warga negara Indonesia. Kita punya tanggung jawab moral untuk mendukung rakyat Palestina. Kembali merujuk pada Bung Karno (1962) ‘Selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel’

#refleksimahasiswaesdua

#SaveGaza

Advertisements

3 comments on “Saya, Kita, dan Palestina

  1. nurulhuda27
    November 21, 2012

    Reblogged this on NurulHuda27.

  2. nurulhuda27
    November 21, 2012

    http://www.change.org/id/petisi/world-leaders-please-make-policies-and-actions-to-stop-israel-attack-to-gaza-forever

    I have signed. Have you signed it,my friend?

    Please make policies and actions to stop Israel attack to Gaza forever!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 18, 2012 by in Refleksi Mahasiswa S2.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,220,124 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,318 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: