Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Telur Setengah Matang


Den Haag, 6 Desember 2012

 

Ceritanya salah satu sarapan yang mudah di buat adalah telur di rebus. Disini saya masak telur rebus dengan penanak nasi, jadi yah singkatnya itu telur dimasukin ke penanak nasi yang sudah di isi air. lalu dipanasin deh tuh airnya.

kalau membuat telur rebus mateng penuh tidaklah sulit. didiamkan saja, karena kayaknya telur juga tidak mungkin ‘kematengan’ kan ya ?

nah, yang penuh tantangan adalah ketika ingin membuat telur setengah mateng. meski saya juga tidak mengerti tentang indikator ‘setengah’ nya ini.

beberapa kali saya buat,
pertama kurang mateng, masih ada yang bagian mentahnya
kedua gagal dan jadi telur rebus
ketiga putihnya agak lembek, kuningnya padat
keempat lembek semua, tapi lumayan enak

sebenarnya saya pengen tipikal yang putihnya agak padat tapi kuningnya cair.

lalu pagi ini saya bereksperimen, airnya saya kurangi. telurnya jd setengah tidak ketutup air. saya kocok-kocok dulu telurnya sebelum direbus. dan saya berikan sedikit retakan pada kedua telurnya. dan saya tidak menutup tutup penanak nasinya.

saya coba hitung waktunya, sekitar 8 menit. dan ternyata di retakan tersebut keluar bercak bercak putih. saya berpikir dan mengambil kebijakan.

‘saya harus keluarkan telur ini’

dan ternyata , hasilnya sesuai harapan. kuningnya cair, dan putihnya agak lembek. Sarapan pagi hari pun menjadi menyenangkan.

refleksi bodoh saya adalah jangan pernah menyerah hingga kamu mencapai keinginan kamu. satu dua tiga empat kali gagal itu adalah hal biasa. teruslah berkreasi, melihat dengan cara yang berbeda, bekerja keras, dan hasil yang di inginkan akan tercapai.

kreatifitas bukanlah sesuatu yang harus baru, bisa jadi sesuatu yang biasa tetapi dilakukan dengan cara yang luar biasa

selamat memasak telur rebus 🙂

#refleksibodohmahasiswaesdua

Advertisements

2 comments on “Telur Setengah Matang

  1. Janu Muhammad
    December 7, 2012

    keren,betul-betul,terus mencoba pasti akan berhasil

  2. Ridwan
    December 12, 2012

    mengapa saat saya benar mencintai seseorang, saya tidak bisa mendapatkannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on December 6, 2012 by in Refleksi Mahasiswa S2.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,220,124 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,318 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: