Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

BRIC, Peta Dunia dan Peran Indonesia


Jakarta, 26 Desember 2012

Ceritanya saya baru saja menyelesaikan tugas kuliah saya dengan tema ‘regionalism’, saya mengangkat fokus pengamatan saya pada BRIC dengan judul tulisan ‘New Regionalism, BRICs and the New World-Map’.

BRIC itu apa ? yah hasil baca-baca saya menyimpulkan ini adalah kumpulan empat negara yaitu brazil rusia cina dan india yang dibuat atas ‘iseng-iseng’ nya salah satu Direktur Goldman Sachs bernama Jim O’Neill.

Di inisiasi pada awal 2001, BRIC telah berkembang menjadi salah satu ekonomi dan pasar baru dunia. BRIC telah memaksa Amriki untuk merombak G8 menjadi G20 yang di dalamnya terdapat negara-negara BRIC. BRIC telah mendorong posisi rusia sehingga sekarang eropa sedang galau untuk segera menerima Rusia sebagai anggota uni eropa. BRIC juga telah mengantarkan Brazil sebagai negara yang paling kuat di amerika latin dan menyeimbangkan dominasi amriki di satu abad terakhir.

bahas kerennya sih, BRIC telah membuat gambar baru tentang peta ekonomi dunia.

Menariknya kerjasama multilateral/regionalism semacam BRIC ini adalah tidak adanya negara yang dominan, di inisiasi oleh kesamaan tujuan untuk memajukan ekonomi antar negara, serta sebagai penantang dari kemuakan negara berkembang terhadap Bank Dunia dan IMF. Dalam pertemuan terakhir BRIC di India tahun ini, mereka berencana membuat Bank Pembangunan serta agensi internasional khusus. Ini menarik tentunya, apalagi BRIC kabarnya telah menggandeng Afrika Selatan untuk menjadi anggota dari perkumpulan mereka.

Artinya ? BRIC telah menjangkau wilayah amerika latin, asia, afrika dan eropa timur. Ini merupakan wilayah dengan negara berkembang terbesar di dunia. Apakah mungkin BRIC (yang sekarang jadi BRICS) menggubah tatanan ekonomi dunia ?

Dimana Indonesia ?

Indonesia juga punya potensi sebenarnya untuk membuat ‘BRIC’ baru bersama meksiko, korea (selatan) dan turki. lagi-lagi kata Goldman Sachs, kekuatan ekonomi keempat negara ini adalah terbesar selanjutnya setelah BRIC. Si Jim O’Neill kembali mengusulkan nama MIST sebagai akronim dari keempat negara ini.

Bila dunia kelak memiliki BRIC dan MIST bukan tidak mungkin peta dunia akan berubah total. Negara utara jadi selatan dan sebaliknya. Poros hub ekonomi Jakarta – Seoul – Istanbul – Mexico City tentu akan menjadi daya tarik tersendiri. Bukan tidak mungkin kekuatan ekonomi Uni Eropa dan Amriki juga semakin terperosok, dan negara berkembang beralih kiblatnya.

Refleksi bodoh saya mengatakan, salah satu strategi untuk ‘menguasai dunia’ ya dengan kekuatan ekonomi. Bila kita kuat secara ekonomi, artinya kita menguasai perputaran produktivitas dunia, dan karena manusia hidup dari keberlangsung ekonomi, artinya memungkinkan negara ekonomi maju untuk juga mengatur tatanan politik dunia. Seperti kata Machiavelli dalam bukunya il principe, ekonomi membuat politik bisa di rekayasa, dan politik dapat membuat ekonomi stabil. saat keduanya bertemu maka seorang ‘pemimpin’ bisa melakukan apa yang ia inginkan.

pertanyaannya, siapakah yang akan menjadi ‘pemimpin’ dunia selanjutnya setelah amriki ? apakah negara BRIC ? ataukah Indonesia mau juga bermain peran ?

#refleksibodohmahasiswaesuda

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on December 26, 2012 by in Refleksi Mahasiswa S2.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,226,691 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,319 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: