Selamat Hari Lahir Untuk Aku


Den Haag, 9 Januari 2013

Ceritanya berhubung saya dilahirkan di hari hari awal di bulan baru pada tahun yang masih baru juga; saya terbiasa untuk melakukan berbagai refleksi dan perencanaan pada hari kelahiran saya. Yah, setidaknya kebiasaan ini telah berlangsung beberapa tahun.

Bukan apa-apa, kadang, manusia memang butuh melihat sejenak ke belakang dan menata kedepan. dengan melihat ke belakang kita bisa belajar dan mensyukuri apa yang telah dilalui, dengan menatap kedepan kita jadi mengetahui apa yang perlu disiapkan dan jalan mana yang perlu ditempuh.

Merujuk pada keyakinan bahwa tanggal kematian telah ditetapkan bahkan sebelum diri ini lahir ke muka bumi. maka hari lahir merupakan momen untuk merenung kembali, apakah kita bisa menuntaskan misi hidup yang Tuhan titipkan di waktu yang tersedia?

Saya selalu bersyukur menjalani tahun ke dua puluh empat hidup saya. Tuhan mengajarkan saya apa itu sabar dengan menjadi seorang suami, Tuhan juga mengenalkan kepada kita tentang teladan dengan mengkaruniakan kami dengan seorang putra, Tuhan juga menguji daya tahan dan daya juang saya dalam meraih mimpi dengan diberikannya beasiswa kuliah setelah belasan kali gagal dalam prosesnya, Tuhan mendidik saya tentang pentingnya berbagi kepada sesama dengan kesempatan berbagi di 15 kota serta dimudahkannya 1000 buku saya terjual dalam waktu singkat, Tuhan juga menunjukkan kepada saya megahnya dunia dengan izinnya untuk melihat sebagian dari indahnya bumi ini, Tuhan juga kembali menguji kepemimpinan diri ini dengan sebuah amanah pada tingkat dunia.

Maka, apakah kita masih pantas untuk mendustakan nikmat Tuhan ?

di perjalanan seperempat abad hidup ini, saya terus berharap bisa berkelana mencari ilmu, terus menebar inspirasi, dan semoga selalu diberikan kesempatan untuk bermanfaat.

bukankah janji Tuhan, surga akan diberikan kepada mereka yang selalu belajar dan mengamalkannya ? maka apalagi kenikmatan yang melebihi nikmat bermain bersama keluarga di Surga-Nya?

Refleksi bodoh saya mengatakan, momen pergantian tahun usia merupakan momen yang paling tepat untuk sedikit menyepi, menepi, dan memisahkan diri dari kebisingan dunia. Tempatkan dirimua sedikit jauh dari keramaian dan biarkan suara Tuhan masuk membimbing diri kamu.

adakah petunjuk yang lebih mulia ketimbang pentujuk dari-Nya ?

Terima kasih Tuhan telah memberikan nafas hingga detik ini berakhir.

#refleksibodohmahasiswaesdua

Advertisements

2 Comments

  1. uda, ijin share untuk kakak saya @dicsquall yang sangat butuh inspirasi. Pas banget, dia berulangtahun tidak jauh juga dengan ulang tahun uda (8 januari) mudah-mudahan termotivasi menjadi pribadi yang lebih baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s