Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Belajar Jadi Pelayan


Den Haag 29 Januari 2013

 

Ceritanya sekitar lebih dari 100 hari telah saya bersama melayani sahabat-sahabat di PPI Belanda. Buat saya pengalaman ini sangatlah menantang dan menarik. Banyak hal baru yang saya pelajari, berbagai seni dalam memimpin juga semakin terasah, dan tentunya ujian baru dalam menyikapi masalah.

setidaknya dua hal yang saya coba ambil petik pelajaran dari pengalaman berproses di PPI Belanda ini. tentang merangkai potensi yang beragam, dan kemampuan mengkomunikasikan mimpi.

Jelas, di sini, kawan-kawan yang berproses bersama saya sangatlah beragam, Jenjang pendidikan yang beda, usia yang beragam, serta minat dan cara pandang yang bervariasi. Disini ada pelajar yang berusia 17 tahun hingga lebih dari 40 tahun. ada yang masih lucu dan ada yang sangat serius. tetapi itulah sisi menariknya, pada akhirnya kita akan berproses dengan orang-orang yang berbeda dengan kita. tantagannya adalah, bagaimana agar potensi ini bisa terangkai menjadi sebuah hasil yang indah.

berkaitan dengan itu, tidak mudah menyampaikan mimpi ini kepada khalayak banyak. itu mengapa saya sebut ‘berproses’, ya! karena semua butuh waktu. untuk menyampaikan mimpi, tidak cukuplah dengan sekedar kata hingga berbusa, atau tulisan yang tinggal dibaca. menyampaikan mimpi justru tentang keteladanan dan kebersamaan. bila resonansi hati telah sama frekeunsinya, maka mimpi lebih mudah di sampaikan. tantangannya adalah, bagaimana agar frekuensi hati ini bisa membuat getar hati sahabat-sahabat kita meski frekuensi awalnya tidaklah persis sama, bisakah resonansi itu diciptakan?

refleksi bodoh saya semakin membuat saya tertantang untuk bisa menjawab dua pertanyaan ini. karena menurut saya inilah kunci untuk membangun sebuah gerakan kolektif. Pada akhirnya kan kita ingin membuat perubahan, dan untuk membuat perubahan diperlukan kerjasama dari beragam potensi kebaikan, dan untuk membuat potensi hebat ini mau bekerjasama, maka kekuatan resonansi hati inilah yang yang menjadi kuncinya.

ini bukan saran untuk jadi pemimpin, tetapi untuk jadi pelayan 🙂

#refleksibodohmahasiswaesdua

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 30, 2013 by in Refleksi Mahasiswa S2.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,220,124 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,318 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: