Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Mendengar Lebih Banyak


Den Haag, 3 Februari 2013

Ceritanya sejak di Belanda ini dan juga dengan peran sebagai di perhimpunan pelajar membuat saya beberapa kali mendapatkan email dengan judul ‘pertemuan dengan….’

listen more

pertemuan ini bisa dengan pelajar, masyarakat, pejabat negara yang kebetulan datang, dan yang terakhir judulnya ‘pertemuan dengan nicholas saputra’

sangat variatif sekali bukan? dari diskusi serius, santai, sampai hanya sekedar temu muka saja saya jalani. dan bisa jadi pertemuan yang akan datang akan bersifat ‘jumpa fans’ hehe

tantangan tersendiri tentunya bagi saya untuk bisa menyesuaikan diri, membiasakan untuk bisa diskusi dengan beragam topik, dan juga berkomunikasi dengan berbagai tipe orang.

tema diskusi dari isu ekonomi, konflik, politik, olahraga, musik, film, hingga tentang percintaan pun harus bisa saya ‘kuasai’ agar bisa nyambung ketika diskusi dan setidaknya tidak mengecewakan kawan bicara. ditambah lagi dengan ‘pertemuan maya’ di social media; lebih beragam lagi bahasannya.

terlepas dari itu saya melihat ini sebagai sebuah pembelajaran diri. kemampuan untuk bisa ‘nyambung’ dengan berbagai jenis pembicaraan adalah bagian dari kepemimpinan. karena pada akhirnya, isu dan permasalahan yang ada di masayarakat pun juga sangat beragam

lebih dari itu, saya juga melihat dalam berbagai pertemuan yang saya hadiri, mendengar lebih banyak bisa jadi lebih baik dari berbicara lebih banyak. menyerap informasi dari orang membuat kita semakin banyak belajar. terkadang, kala dalam diskusi saya tidak begitu mengerti bahan pembicaraan, saya lebih memilih diam, menyimak, dan belajar dari rekan yang berbicara.

refleksi bodoh saya melihat kalau salah satu kunci keberhasilan kepemimpinan adalah kemampuan seorang dalam mendengar. dengan mendengar lebih banyak, kita bisa semakin merasa, dengan merasa kita bisa lebih bijak dalam memilih, dan dengan kebijaksanaan kita bisa berkata lebih tepat dan menenangkan.

bukankah itu mengapa kita diberikan dua buah telinga dan sebuah mulut ? agar kita lebih banyak mendengar daripada berbicara.

#refleksibodohmahasiswaesdua

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on February 4, 2013 by in Refleksi Mahasiswa S2.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,226,691 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,319 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: