Tuhan bersama mahasiswa yang mengerjakan Thesis


Den Haag, 4 Februari 2013

Ceritanya beberapa waktu lalu saya diskusi dengan seorang mahasiswa doktoral dari Indonesia. saat itu, saya memutuskan untuk bergabung dengan riset yang beliau lakukan untuk kebutuhan thesis saya. beliau memberikan saya beberapa bahan untuk dibaca dan nanti kita akan kembali diskusi.

tuhan-bersama-mahasiswa-tingkat-akhir

sebagai konsekuensi logis dari bergabungnya saya dalam riset ini adalah calon pembimbing saya akan saya dengan beliau. seorang profesor di bidang ekonomi makro. beberapa hari lalu saya berpapasan dengan beliau di tangga, dan beliau menyapa saya (kebetulan kita sudah saling kenal karena saya mengambil kelas bersama beliau).

‘Hi Yusuf, apakah kamu sudah baca-baca bahan untuk thesis kamu?’

‘Iya profesor, saya sudah baca-baca juga dari bahan yang dikirimkan dan juga beberapa referensi lain, namun belum banyak, saya masih mencoba mencari sisi menarik untuk diteliti’

‘apakah kamu sudah mengetahui jadwal pengerjaan thesis kamu?’

‘saya sudah cek jadwal, pertengahan april saya sudah harus selesai desain proposal, yah saya pikir awal april bisa saya coba tuntaskan, dan sekitar maret mungkin kita bisa diskusi awal’

‘hmm, bagaimana jika kita bertemu dalam dua pekan lagi. kamu selesaikan bacaan kamu dan kita lihat bersama apa yang bisa kamu kerjakan untuk thesis kamu, mengincar distinction bukan?’

terkadang basa – basi itu membawa petaka kawan, niatnya hanya berusaha merespon secara wajar dan harus berakhir dengan bimbingan yang terlalu dini.

fenomena mahasiswa yang mengerjakan thesis adalah, di bulan-bulan awal mahasiswa mengejar pembimbing, dan di bulan selanjutnya pembimbing kamu yang mencari-cari kamu yang menghilang karena tekanan thesis hehe. namun saat ini saya bahkan sudah di kejar kejar pembimbing ketika bahkan saya belum memikirkan apa yang mau saya pikirkan.

kembali saya dihadapi pada sebuah situasi yang mana hanya satu cara untuk melewatinya, ‘tiada akan lulus seorang mahasiswa bila ia belum mencintai thesisnya lebih dari dirinya’

huft. . . okay, jika ini memang bagian dari garis tangan, hanya nyali yang mampu manjawabnya.

refleksi bodoh saya mengatakan tidak ada nasehat lebih baik untuk seorang mahasiswa yang berkelut dengan thesis selain berusahalah untuk mencintai thesis kamu. di sapa setiap waktu, dirawat, jangan di cuekin, apalagi sampe dicampakkan. bahaya banget bila thesis kamu ngambek sama kamu, susah untuk berdamai dengannya.

‘Tuhan bersama mahasiswa yang mengerjakan thesis’, percayalah

#refleksibodohmahasiswaesdua

Advertisements

3 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s