Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Tugas Essay dan Nasionalisme


Den Haag 4 April 2013

whatever__i_love_indonesia_by_NOF_artherapy

Ceritanya saya baru saja menyelesaikan dua tugas kuliah saya, tak terhitung berapa ribu kata yang telah dihasilkan dan berapa puluh paper yang telah di baca selama 1 pekan mengurung diri di kamar bersama tumpukan kertas, bercangkir-cangkir minuman hangat, sampah berserakan, piring tak tercuci, baju tak tergantikan, dan tentunya laptop yang hampir tak pernah lepas dari sambungan listriknya.

teringat ketika tugas kuliah pertama beberapa bulan lalu, saat itu saya diminta membuat essay pendek 1500 kata. rasanya saya menghabiskan 2 pekan penuh untuk membaca dan menulis tugas tersebut. atas jerih payah saat itu, nilai sangat memuaskan diraih.

Namun lambat laun, hari semakin berjalan, tugas semakin berat,. dan bila menulis 1500 kata butuh waktu 2 pekan, itu adalah hal sangat lambat. artinya kemampuan kita menyerap bacaan dan menghasilkan kata harus lebih cepat. yah manusia berubah dan belajar, itu hakikat kehidupan.

aktivitas akademik dan non-akademik yang cukup padat di bulan maret dan februari membuat saya baru benar-benar punya waktu luang mengerjakan dua tugas terakhir ini pada sepekan terakhir.

pergulatan dengan bacaan, dan keputusan mengganti tema tulisan h-3 menjelang pengumpulan adalah tantangan terbesar saya. namun saya coba berpikir tenang dan kembali pada logika menulis yang selalu saya tanamkan ‘semakin banyak bacaan yang masuk ke otak kamu, akan semakin mudah bagi kamu menstimulus dan menghasilkan kata-kalimat-paragraf yang berkualitas’.

saya menghabiskan 1 hari penuh untuk membaca dan mencatat logika berpikir, temuan penting, perdebatan, serta beragam kesimpulan yang ada. satu tugas tentang pertanian dan satu tugas tentang kehutanan. satu tentang dampak liberalisasi pangan terhadap petani. satu dampak masuknya intervensi asing terhadap relasi kuasa antar aktor di hutan nusa tenggara. satu saya kasih judul ‘is there any hope?’ yang satu saya kasih judul ‘pursuit for justice’.

pegolakan hasrat intelektual, ditambah dengan dinamika emosi karena mengetahui semakin dalam betapa -maaf- bodohnya pemimpin negeri ini dalam mengelola sumber daya alam dan kesejahteraan rakyat menjadi sebuah pengalaman tersendiri. saya pertama kali rasanya menulis tugas dengan membawa perasaan cinta pada tanah air. maaf berlebihan. tapi itu yang saya rasakan.

setidaknya berhari hari ini saya terhanyut dalam romantisme tersebut. dulu 1500 kata dalam dua pekan. saat ini 3000 kata dalam satu hari. mungkinkah kecintaan pada tanah air jadi kekuatan tersendiri?

refleksi bodoh saya mengatakan proses belajar di luar negeri sejatinya menjadi kesempatan bagi kita yang cukup beruntung ini untuk lebih banyak berpikir tentang Indonesia. saya kira kurang pas bila kita berkata ‘ilmu saya di kuliah belum bisa di aplikasikan di Indonesia, itu terlalu advance’. rasanya lebih pas bila kita bisa berpikir lebih keras tentang bagaimana membumikan ilmu yang didapatkan untuk pembangunan Indonesia.

mengutip perkataan dalam salah satu catatan Sutan Sjahrir,
‘hidup yang tak dipertaruhkan, tak akan pernah dimenangkan’

maukah kita mempertaruhkan diri untuk memenangkan Indonesia?

#refleksibodohmahasiswesdua

 

Advertisements

One comment on “Tugas Essay dan Nasionalisme

  1. izzatyzone
    April 5, 2013

    wah pict nya itu sama kayak background elpi saya deh ,uda 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 4, 2013 by in Refleksi Mahasiswa S2.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,217,120 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,319 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: