Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Belajar Sejarah Indonesia di Leiden


Leiden, 14 April 2013

indonesia-batik

Ceritanya kemarin saya menghabiskan hari saya bersepeda keliling kota Leiden. Berenam jumlah kami, cuaca musim semi yang cerah membuat perjalanan semakin menyenangkan. Tak terasa dari pukul satu siang hingga 7 malam kami bersepeda.

Perjalanan kemarin bukan perjalanan biasa buat saya, karena setiap tempat yang dikunjungi ada nilai sejarah yang terkait dengan Indonesia. pertanyaan yang muncul setiap berhenti dan mengamati setiap tempat adalah ‘ah kenapa saya jadi lebih tau Indonesia ketika saya tidak di Indonesia?’.

Langkah pertama kami melaju ke sebuah jalan bernama Sjahrirstraat, Ya! nama ini diambil dari sutan sjahrir. lalu kami bertemu sebuah makam tiga tentara het Koninklijke Nederlands(ch)-Indische Leger (KNIL) yang tak kunjung kembali ke negeri belanda. sempat juga kami lewati rumah tempat lahir pelukis Rembrandt.

Anda pernah dengan nama Christian Snouck Hurgronje? mungkin banyak versi cerita tentang nama ini. tapi kemarin saya mendatangi rumah tempat beliau meninggal dan juga pemakamannnya. laju sepeda dilanjutkan ke sebuah kawasan perumahan yang nama jalan-jalannya adalah sumaterastraat, javastraat, lombokstraat, floresstraat, seramstraat, soembastraat, borneostraat, timorstraat, madoerastraat dan atjehstraat.

di Leiden juga terdapat dua buah dinding yang dituliskan puisi ‘aku’ nya Chairil Anwar dan sebuah puisi dalam tulisan jawa kuno dari Ronggo Warsito. kami juga sempat menengok museum etnologi (Rijksmuseum voor Volkenkunde) yang memiliki ruangan/blok khusus untuk Indonesia dan Gamelan.

last but not least, adalah Bilderdijkstraat No 1, rumah Ahmad Subardjo yang menjadi saksi pendirian Indonesische Vereeniging (Perhimpunan Indonesia) pada 1922, cikal bakal Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Belanda. Organisasi tempat saya beraktivitas saat ini.

Bukankah perjalanan ini sangat amat menarik? buat saya ini pembelajaran sejarah tersendiri. melalui bersepeda saya jadi lebih mengenal dan cinta Indonesia.

Refleksi bodoh saya mengatakan banyak cara bagi seorang untuk belajar tentang negaranya. salah satunya dengan belajar tentang sejarahnya. apalagi bila belajarnya di negara yang pernah menjajah selama 3.5 abad. terkadang rasa emosional itu bangkit seketika sembari berkata ‘saya akan berbuat lebih’.

tapi saya sadar, belajar dari sejarah bukan untuk hanya sekedar menikmati romantika masa lalu yang terlalu indah sehingga kita lupa untuk melangkah. namun sebagai wahana pembelajaran agar kita bisa membawa negeri ini berlari lebih kencang.

#refleksibodohmahasiswaesdua

Advertisements

5 comments on “Belajar Sejarah Indonesia di Leiden

  1. taufiqadi
    April 14, 2013

    rasanya tentu berbeda, belajar sejarah langsung dengan bukti-buktinya dibanding dengan buku2 sejarah. Ada semangat yang terpancar disana.

  2. nurulhuda27
    April 16, 2013

    Reblogged this on NurulHuda27 and commented:
    ” belajar dari sejarah bukan untuk hanya sekedar menikmati romantika masa lalu yang terlalu indah sehingga kita lupa untuk melangkah. namun sebagai wahana pembelajaran agar kita bisa membawa negeri ini berlari lebih kencang.” ridwanksyah yusuf ahmad

  3. ardika
    April 18, 2013

    Bahkan negeri yang pernah menjajah ini mengenang tempat-tempat yang mereka jajah

    “Anda pernah dengan nama Christian Snouck Hurgronje? mungkin banyak versi cerita tentang nama ini. tapi kemarin saya mendatangi rumah tempat beliau meninggal dan juga pemakamannnya. laju sepeda dilanjutkan ke sebuah kawasan perumahan yang nama jalan-jalannya adalah sumaterastraat, javastraat, lombokstraat, floresstraat, seramstraat, soembastraat, borneostraat, timorstraat, madoerastraat dan atjehstraat.”

    Bagaimana dengan yang Indonesia ya, masih banyak yang ingat tidak?

  4. kasur lipat
    May 3, 2013

    jadi pingin belajar juga disana pak.

  5. mitawakal
    June 21, 2013

    Katanya sih banyak dokumen2 dan teks2 kuno Indonesia yang diboyong ke Belanda semasa kolonial dulu, jadai gak heran jika mereka banyak tahu tentang Indonesia..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 14, 2013 by in Refleksi Mahasiswa S2.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,220,251 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,318 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: