Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Drama Hukum sebuah Republik


Delft, 26 Mei 2013

349d773824fdc5130d4436da3351ae09

 

Ceritanya saya mencoba belajar mengamati berbagai proses hukum dan peradilan kasus korupsi (dan kawan-kawannya) di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Yah kita mengenal institusi bernama KPK yang lahir dari rahim reformasi (atas kesepakatan politik saat itu).
sekitar 1-2 tahun lalu, Indonesia dikejutkan dengan drama pengejaran tersangka hingga amerika latin, kicauan koruptor, hingga istilah whistle blower pun akrab ditelinga. sekitar setahun lalu kita juga semakin terbiasa melihat pejabat publik di turunkan dari posisinya, atau ketua partai politik yang dilengserkan karena urusan hukum perkorupsian ini.

terkadang saya pusing sendiri melihat mana yang benar dan mana yang kurang benar (saya menghindari istilah ‘salah’). kadang si institusi hukum tampil bak sosok yang paling paham hukum dan mengerti segala tafsir pasal demi pasal. di episode lain tampak para tersangka yang berusaha membela diri sebagai bagian dari hak nya, namun sayang, rakyat tak menyenangi hal tersebut.

institusi penegak korupsi ini memang adalah lembaga superpower, setidaknya itu yang saya pahami dari berbagai pelatihan anti korupsi. namun saya berpikir kembali, bukan kah ‘superpower’ itu dekat dengan ‘abuse of power’. dan ketika ‘law and power’ cenderung bisa jadi penguasaan berlebihan. yah itu cuma logika sederhana saya saja sih. bisa jadi salah.

namun rasanya juga kurang pas, bila ada kesan perkataan institusi hukum negara selalu benar. bila negara kurang benar dalam tafsirkan hukum, itu bukan berarti negara kalah. itulah proses dalam pembelajaran hukum kita. apabila pelaku yang tertuduh membela diri bukan berarti ia sedang melemahkan negara dan institusi hukumnya.

di sisi lain, kerap saya dengar ‘kita buktikan di pengadilan’ namun faktanya data dan isu beredar dan di edarkan oleh (entah) siapa pihak sebelum proses peradilan. sehingga pengadilan publik berjalan terlebih dahulu yang ‘bisa secara tidak langsung’ pengaruhi hasil peradilan.

saya juga sebenarnya kasian sama dua abang tokoh muda di partai penguasa, yah saya sebut nama saja ya, bang andi dan bang anas. setelah jadi tersangka dan kehilangan posisi nya, kasus mereka seakan di PHP-kan (pemberi harapan palsu) oleh KPK. entah sampai kapan mereka akan mati gaya karena status hukum yang tak kunjung pasti. yah kan kasian mereka jadi gagal move on.

lalu terlepas dari drama yang menegangkan di kasus sapi yang saling menyuap; ada dua kontradiksi sikap dari saya. di satu sisi saya lihat KPK sangat baik krn cepatnya proses peradilan dari para tersangka nya (beda dengan kasus lain yang dianggurkan dan buat tersangka mati gaya), di sisi lain saya lihat ada kecendrungan kecerobohan dalam berbagai pernyataan yang dan keputusan yang dibuat.

lantas, dimana pemimpin republik ini dalam berbagai kisruh hukum sejak beberapa tahun terakhir? tampaknya beliau masih mengandalkan pidato resmi yang bersifat membela diri dan normatif sebagai alat untuk ‘menyelesaikan’ semua kisah yang ada.

refleksi bodoh saya mengatakan, sebagai seorang pengamat dengan logika sederhana; segala drama hukum di negeri ini terjadi akibat kombinasi dari penegak hukum yang tak mau kalah, institusi pemberantas korupsi yang terkadang gegabah, media massa yang cenderung lebay, dan seorang presiden berkuping tipis dan mudah panik.

#refleksibodohmahasiswaesdua

 

Advertisements

One comment on “Drama Hukum sebuah Republik

  1. Devy
    May 26, 2013

    ini sesuai banget sama uneg uneg saya bang 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on May 26, 2013 by in Refleksi Mahasiswa S2.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,220,251 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,318 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: