Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Tuhan, ‘Mission Accomplished’


Pariaman 10 Agustus 2013

persimpangan

Ceritanya sudah satu bulan sejak saya berada di tanah air untuk pengambilan data thesis dan juga liburan hari raya. Kesempatan ini saya gunakan juga untuk mendatangi kembali tempat dan orang yang pernah lalu lalang dalam kehidupan saya.

saya berpindah dan terus melangkah mengitari dunia. menariknya mereka selalu setia berada disana. saya tidak tau apa istilah yang cocok, tapi izinkan saya menyebutna ‘mereka yang selalu disana’. Siapakah mereka? mereka adalah tukang ojeg langganan, satpam travel langganan, tukang cukur favorit, guru ngaji idaman, penjaga sepatu di masjid kampus, penjaga warung indomie dekat kost-an dan lainnya. Banyak sekali bila di buat daftarnya.

Saya selalu senang bila mendapat kesempatan bertemu mereka kembali. apakah itu hanya untuk menyapa dan merangkul rindu bak kawan lama yang terpisah jauh. atau bahkan bercerita panjang tentang pengalaman hidup yang sama sama di lalui.

Meski mereka ‘masih disana’, tetapi pembelajaran dan pemaknaan hidup mereka tidaklah ‘tetap disana’. Mereka berkembang juga, menikmati dan menghayati arti kehidupan dengan cara mereka. terkadang, saya merasa kehadiran kembali mereka di hidup saya sebagai cara Yang Maha Kuasa untuk mengingatkan saya tentang tujuan kehidupan dan ‘memaksa’ saya untuk lihat kebelakang sejenak.

‘mereka yang selalu disana’ sangatlah ikhlas dan tangguh dalam menjalani hidup. Tiada ada sara keluh dan kesah. harga bahan bakar boleh naik, presiden boleh berganti, dunia boleh berguncang karena krisis; tetapi mereka selalu setia dengan pekerjaannya. dan hebatnya, mereka bisa mengingat wajah orang-orang yang pernah lalu lalang dalam hidup mereka, termasuk saya.

Semoga saya dijauhkan dari sikap sombong dan membuat saya lupa akan mereka. ingin rasanya bila diri ini telah lebih mandiri, bisa mengangkat kualitas hidup mereka dan keluarga.

Refleksi bodoh saya mengingatkan kembali akan tujuan hidup itu sendiri. Tuhan menciptakan manusia dengan tujuan atau misi yang di embankan, sebuah perjalanan hidup untuk berguna bagi diri dan bermanfaat bagi umat. Untuk mencapai misi atau tujuan ini, Tuhan menitipkan sebuah potensi. dan menjadi tantangan bagi kita di akhir pengadilan akhirat untuk bisa mengatakan kepada-Nya dengan senyuman terbaik, ya Tuhan, ‘mission accomplished’.

#refleksibodohmahasiswaesdua

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on August 10, 2013 by in Refleksi Mahasiswa S2.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,226,690 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,319 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: