Selamat Hari Langit


Pariaman 14 Agustus 2013

cropped-dsc_8192.jpg

Ceritanya hari ini anak kami mengulang hari lahirnya yang pertama. Tak terasa, waktu terlipat begitu cepat. Masih teringat setahun silam, kami dengan penuh antusias menyambut kelahiran sang buah hati. Masih teringat betapa senangnya kami bisa mengkaruniakannya sebuah nama yang penuh doa dan harapan. Masih teringat bagaimana anak kami belajar mengenal dunia di hari hari pertama nya menghirup udara di bumi Allah ini.

Kami selalu menidurkannya bersama kami, tak dipisahkan oleh ranjang khusus. Dulu ia hanya tergolek manis dan belum bisa bergerak. Sekarang gerakan dan gulingan tidurnya ditambah tendangan saktinya cukup untuk membuat kami terbangun.

Dulu ia hanya bisa terbaring, lalu tengkurap dan terduduk, kemudian merangkak, dan sekarang ia sedang berjuang untuk bisa berjalan. Tak terhitung berapa kali ia terjatuh dan terbentur demi berjuang agar bisa sama seperti manusia lainnya; berlari dengan kedua kaki.

Langit, begitulah kami memanggilnya. Tangguh Langit Mahajuna begitulah nama lengkapnya. Tak pernah bosan kami ingatkan si bujang kecil ini tentang harapan besar orangtua pada dirinya. Tak pernah lelah kami temani tidurnya dengan cerita cerita tentang pelik dan tantangan dunia.

Dunia ini semakin berat dan penuh fitnah nak, perbedaan orang baik dan buruk terkadang tersamarkan. Karena terlalu banyak munafik berkeliaran. Dunia ini semakin sadis nak, mereka yang baik harus menelan kenyataan pahit kalau mereka harus tunduk pada si buruk. Dunia ini semakin tidak manusiawi nak, mereka manusia harus mengurungkan misi kehidupannya hanya demi berhamba pada dunia itu sendiri.

Kami berharap dirimu bukan menjadi penghamba dunia, melainkan menjadi seorang penjelajah akhirat. Dunia terlalu kecil untuk kamu genggam nak. Kami sudah cukup merasakan lelahnya mengejar dunia, karena semakin kamu mengejar semakin serakah dan tamak dirimu.

Kami berharap dirimu bukan menjadi budak keinginan, melainkan menjadi seorang penderma yang melahirkan banyak pribadi berjiwa besar. Kami sudah cukup muak melihat para penjilat dunia yang rela menjual harga diri hanya demi sekeping koin berlian atau seonggok kekuasaan.

Langit, beranjak semakin besar; kami akan mengajarkan kamu tentang penjelas, pembeda, dan petunjuk hidup. berpeganglah padanya, maka kamu akan terjaga di dunia dan kehidupan setelahnya. Langit , kami menuliskan goresan ini sembari melihat senyum manis kamu kala sedang tertidur. Teruslah tersenyum, dan berjuanglah hingga sekelilingmu juga tersenyum tulus padamu.

Refleksi bodoh kami mengatakan doa dan harap kepada anak adalah sebuah kenikmatan dan karunia dari Sang Pencipta. Dia menciptkan buah hati mu agar kamu senantiasa belajar bersyukur, mengevaluasi diri, dan berbenah. Buah hati mu bukanlah dirimu, tapi ia adalah cerminan dari akumulasi amal kebaikan dirimu. Bukankan salah satu mimpi orang tua adalah memiliki anak yang selalu mendoakan dirinya? Maka mulailah dengan terus memberikannya doa terbaikmu.

Selamat hari lahir Tangguh Langit Mahajuna

#refleksibodohmahasiswaesdua

Advertisements

2 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s