Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

mission accomplished


Cengkareng, 30 Agustus 2013

DSC_0771

Ceritanya saya sedang mengisi waktu di bandara soekarno-hatta sembari menunggu penerbangan saya ke Belanda malam ini. Teringat, pada tanggal yang sama tahun lalu saya juga terbang ke Belanda dengan jadwal dan maskapai yang serupa. Waktu memang terlipat terlalu cepat, setahun rasanya seperti beberapa hari silam. Bisa jadi memang tanda akhir zaman semakin diperlihatkan.

Menepi sendiri dengan secangkir kopi sambil melihat pesawat woro-wiri adalah sebuah kenikmatan tersendiri. Sudah lama rasanya saya tidak memiliki waktu seperti ini, kala pikiran tak memikirkan beban, melainkan hanya angan yang berkeliaran. setiap burung besi yang lepas dan menginjak landasan pacu memberikan berjuta fantasi buat saya.

Saya kadang berpikir, untuk berhenti sejenak. Rasanya sudah hampir 10 tahun diri ini bergulat dengan aktivisme tiada henti. tak kurang dari setengahnya adalah masa-masa saya menjadi pelayan bagi wadah saya beraktivitas. Atas dukungan energi langit, saya bisa menuntaskan semuanya dengan jejak yang bisa ditinggalkan.

Namun, saya khawatir, sampaikan energi ini akan hadir; perlukan langkah ini diredam beberapa waktu untuk menambal ilmu, membersihkan jiwa, dan merapihkan konsep hidup. kata orang bijak, jiwa yang terus tergerus tetapi tidak di tajamkan akan berbuah ketumpulan. akibatnya, diri ini terlanjur aus sebelum puncak dunia tertakluki.

Awalnya saya berpikir, perkelanaan saya ke negeri kincir angin sejak tahun lalu adalah momentum untuk berhenti sejenak. tetapi ternyata panggilan jiwa tak bisa tertahankan untuk melaju kembali, bahkan lebih kencang. Tapi saya harus mematangkan jiwa ini, agar saya benar-benar bisa komitmen untuk berhenti sejenak.

Refleksi bodoh saya mengingatkan kembali diri saya akan semakin sedikitnya waktu saya di dunia dalam memenuhi misi kehidupan yang Sang Prima Cause titipkan. Menginjak usia seperempat abad, saya rasa perlu ada fase pembersihan sebelum masuk etape menuju setengah abad; tentunya jika Sang Pencipta mengizinkannya. Agar pada etape panjang ini, diri semakin matang, pikiran semakin jernih, jiwa semakin kokoh, dan langkah semakin terarah.

semoga di dunia setelah dunia saya bisa mengatakan dengan lantang kepada-Nya, ‘mission accomplished’.

#refleksibodohmahasiswaesdua

Advertisements

2 comments on “mission accomplished

  1. mizwandiwandi
    September 14, 2013

    Reblogged this on Mizwandi Zuandi.

  2. alimin buronan malaikat maut
    September 18, 2013

    bang, kumpulan refleksibodohmahasiswaesdua kayanya keren kalo dikemas jadi 1 buku. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on August 30, 2013 by in Refleksi Mahasiswa S2.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,226,690 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,319 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: