Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Siklus Mahasiswa Es Dua


Den Haag, 20 September 2013

gradstudentbrain

 

Ceritanya saya baru saja ‘submit’ draft thesis terbaru saya ke pembimbing. Ini pertama kalinya saya gagal memenuhi komitmen tenggat waktu dari beliau, seharusnya Senin kemarin. tapi apa daya, tubuh yang masih lelah dan fokus yang belum kunjung terarah membuat kecepatan otak dan jemari saya berpikir melambat.

Namanya perasaan bersalah, tentu kita tak ingin melihat wajah dari pembimbing tersebut hingga ada sesuatu yang dikirimkan. Alhasil, saya menghindari kampus dan perpustakaan kampus sebagai tempat bekerja dan memilih bekerja di kamar, perpustakaan kota, atau kafe dudok depan gedung parlemen.

Dua hari lalu saya juga diminta oleh ketua program studi untuk berbagi pengalaman kuliah kepada mahasiswa baru. Entah kenapa terlintas, pertanyaan pertama saya saat itu adalah ‘apakah Peter akan hadir juga di acara tersebut?’. Peter adalah nama pembimbing saya, seorang Belanda yang murah senyum dan sangat baik.

Saya jadi teringat, dulu saya mengejar-ngejar dia untuk jadi pembimbing saya. Berusaha berada di forum dia berada, dan mencoba mengajak ngobrol dan menyamakan frekuensi minat riset kita. Setidaknya kita punya latar belakang serupa, tetapi konsep berpikir beliaulah yang perlu saya sesuaikan agar thesis ini seirama dengan beliau, dan menghasilkan manfaat dan nilai akhir yang memuaskan.

Kini setelah dia sudah sepenuh hati membimbing saya, saya yang harus mengakui kalau saya terengah-engah untuk memenuhi segala tugas yang ia berikan. entah mengapa seakan-akan setiap bimbingan selalu ada hal baru yang ia berikan dan tambahkan. entah sampai kapan penderitaan ini akan berlangsung.

Alhasil, beliau lah yang mengejar-ngejar saya saat ini. Bagaimana thesis kamu Yusuf? Apakah conference kamu sukses kemarin dan kamu sudah bisa kembali jadi full-time student? Bahkan kemarin saya sampai memutar arah jalan karena di depan kampus ada beliau sedang berbicara dengan dosen lainnya. Hanya agar tidak bertemu beliau.

Phuh, yah memang mungkin ini jadi siklus dari mahasiswa es dua, dimulai dengan bersemangat melakukan riset, kejar-kejar pembimbing, dapat yang sesuai, stress dengan metodologi, frustasi dengan temuan yang tidak sesuai, bosan berada di depan laptop dan buku selama berjam-jam, dan hingga akhirnya menghindar dari pembimbing pun dilakukan.

Refleksi bodoh saya mengatakan bahwa terkadang manusia itu lebih bersemangat mengejar daripada mempertahankan dan membuat lebih baik. Bisa jadi karena energi dorong untuk mengejar lebih besar daripada untuk sekedar merawat. Padahal merawat itu sangat sulit, karena disana diperlukan ketekunan, ketulusan, konsistensi, dan cinta.

rawatlah sesuatu yang sudah ada pada dirimu, niscaya kamu akan merasakan manis buahnya

#refleksibodohmahasiswaesdua

Advertisements

3 comments on “Siklus Mahasiswa Es Dua

  1. Ana Khoiruroh
    September 23, 2013

    Tetap Semangat Pak.

  2. Rany Adelina
    October 13, 2013

    #senyum *tunjuk ke diri sendiri*
    awal2 selalu begitu, selanjutnya butuh ekstra konsisten 😀

  3. Nidi Sarmidzi
    October 30, 2013

    Semangat…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 20, 2013 by in Refleksi Mahasiswa S2.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,226,690 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,319 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: