Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Belajar Memimpin


Den Haag 23 September 2013

1239884_10202220427939236_1825329749_n

Ceritanya saya sedang memulai untuk menulis catatan kepengurusan untuk laporan pertanggung jawaban PPI Belanda kepengurusan tahun ini. Senang rasanya ada beberapa jejak yang bisa kita tinggalkan sebagai bekal penerus perjuangan ini.

bukan sebuah perjalanan yang mudah buat saya, banyak kerja keras yang dilakukan dan tentunya daya tahan untuk bisa menjaga ritme serta konsistensi hingga akhir.

ada sebuah perbedaan sentuhan melayani dan memimpin dari diri saya dari pengalaman sebelumnya. Mungkin tidak banyak yang sadar, karena hanya saya yang merasakannya. ada kepuasan tersendiri dari amanah yang pernah Bung Hatta juga kelola pada tahun 1926 silam.

selama setahun ini, saya belajar menjadi pemimpin yang lebih banyak berkumpul bersama kawan-kawan. dan tidak banyak aktivitas saya yang berkaitan dengan urusan jejaring ke luar atau sekedar mencari muka. urusan jejaring yang dikelola hanya sebatas urusan pencarian dukungan utk program PPI Belanda yang ujungnya pun agar membuat wadah dan kesempatan bagi para pelajar berkumpul.

Atas izin dari-Nya, saya berkesempatan untuk hadir di hampir semua acara PPI Kota di Belanda. sekedar menjadi peserta, menyapa kawan-kawan, ikut makan bersama, lalu pulang hingga larut pun tiba. Belajar untuk bisa mengenal dan memahami karakter setiap pelajar, dari yang SMA, sarjana, master, ataupun doktoral. Mereka memiliki cara pandang dan minat yang berbeda. Dan jadi tanggung jawab bagi kita sebagai pelayan untuk bisa mengelola semua potensi kebaikan itu.

Disini saya belajar pentingnya kehadiran dan keberadaan seorang pemimpin diantara kawan-kawan yang dilayaninya. kawan-kawan, tidak butuh janji muluk, ucapan manis, atau basa-basi yang memuakkan, karena menjadi pemimpin itu tidak cukup hanya sekedar mengoceh. tapi juga perlu membuktikan ketulusannya.

Bisa jadi ada seseorang yang memang sangat aktif, pandai berjejaring, baik dalam bercakap; tetapi dia memiliki keterbatasan dalam integritas, menjaga nilai, dan idealisme. Bisa jadi ada seorang yang lihai memunculkan namanya kepada mereka yang lebih senior tetapi ia tidak dapat kepercayaan dari rekan sebaya dan terdekatnya. Sehingga cukup mudah melihat seseorang apakah layak sebagai pemimpin, cukup lihat bagaimana kepercayaan rekan sebaya nya, dan rasa cinta lingkungan terdekat kepadanya.

Seorang bijak pernah berkata, pemimpin muda yang baik adalah ia yang kepemimpinannya diakui oleh sebaya, bukan oleh mereka yang lebih tua. Pemimpin muda tidak pusing mengejar restu para pejabat atau si kaya raya, tetapi ia mengejar karya bersama sebaya dan lingkungan sekitarnya. Pemimpin berintegritas adalah ia yang menonjolkan ide pembaharuan dan nyali perubahan, bukan kedekatan kepada orang ternama.

Refleksi bodoh saya mengatakan, setidaknya selama satu tahun ini saya kembali belajar bahwa kita tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya. Karena memimpin itu bukan tentang pencapaian diri, tetapi tentang berdaya dan berkarya bersama.

#refleksibodohmahasiswaesdua

Advertisements

3 comments on “Belajar Memimpin

  1. faadiyahh
    September 24, 2013

    Reblogged this on tentara bumi and commented:
    Belajar mempin dari seseorang yang belajar. nice 🙂

  2. faadiyahh
    September 24, 2013

    ketika bayak kritikan dan tuntutan, apa yang harus dilakukan pemimpin?

  3. Vicky
    October 14, 2013

    bagus banget kang isinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 23, 2013 by in Refleksi Mahasiswa S2.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,220,124 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,318 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: