Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Menembus Batas Dengan Integrasi Media


Den Haag 3 Oktober 2013

img_6607

Dunia ini semakin datar, begitulah ungkapan yang dituliskan oleh Thomas Friedman untuk mengekspresikan bagaimana informasi dan komunikasi tidak lagi mengenal batas dan jarak. Perbedaan waktu pun bukan lagi kendala, siang dan malam bukan jadi penghalang, diseminasi ide, kreasi, gagasan, dan inovasi bisa di lakukan dengan sangat cepat. Kunci dari semua ini adalah integrasi media yang dimiliki sebuah organisasi, termasuk PPI Belanda.

Saat PPI Belanda masih bernama ‘Perhimpunan Indonesia’, para aktor utama organisasi ini sering melakukan komunikasi dan perjalanan kepada para pemuda dan pembesar di Belanda maupun Eropa. Bahkan dalam beberapa kesempatan mereka menjalin pertemuan dengan tokoh di India (Jawaharlal Nehru), Rusia (Stalin) dan tokoh dunia lainnya. Salah satu puncak keberhasilan jejaring mereka adalah ketika Bung Hatta dipercaya sebagai salah satu Presidium sidang Pertemuan Anti-kolonialisme dan Imperialisme. Bayangkan, ditengah keterbatasan teknologi dan juga tentunya dana, para pengiat muda ini telah menempuh ratusan mil untuk bisa mempromosikan nama Indonesia.

Saat ini, semua tantangan yang dihadapi pada era 1920-an telah tiada, kemudahakan komunikasi dan teknologi informasi seharusnya membuat PPI Belanda semakin gencar dan besar dalam menyampaikan inspirasi terbaiknya untuk Indonesia. Bermula dari pemikiran inilah, PPI Belanda 2012-2013 sangat menekankan bidang media sebagai ujung tombak dalam mengusung semangat belajar membuat Indonesia Tersenyum

Kami memulai per-media-an PPI Belanda dengan sebuah website dan beberapa akun sosial media. Namun yang kami lihat, dengan infrastruktur media yang tersedia, PPI Belanda masih belum optimal dalam menyebarkan inspirasinya. Maka salah satu langkah yang kami lakukan adalah melakukan boosting secara masif penggunaan media ini. Dimulai dengan melengkapi jejaring sosial media dengan membuat akun YouTube, dan Facebook FanPage. Kemudian kami melakukan berbagai modifikasi dalam tampilan website, terutama dalam kelengkapan isinya. Langkah selanjutnya adalah meningkatkan lingkaran pengaruh dari portal media yang telah ada. Seperti jumlah followers  di akun twitter, jumlah likes di fanpage facebook, jumlah hits  di website, dan jumlahsubscriber  di akun YouTube.

Semua media PPI Belanda ini kami integrasikan dengan baik melalui sistem tim admin yang fokus kelola semua media ini. Kami juga mencoba menyampaikan satu inspirasi melalui semua media yang ada bersamaan. Kita melihat bahwa masyarakat dunia maya punya preferensi penggunaan sosial media tertentu, sehingga kita sebagai penyampai pesan perlu pandai-pandai dalam memilih channel yang tepat bagi mereka. Tentu cara termudah adalah menebar jala sebesar mungkin.

Dunia media ini memang permainan antara strategi pemasaran terbuka dan ter-segmentasi. Pada akhirnya, karena PPI Belanda dalam fase membangun pengaruh dan eksistensi, maka strategi pemasaran terbuka lebih banyak digunakan. Meski pada akhirnya, kita melihat bahwa penikmat informasi dari PPI Belanda adalah pelajar dan pemuda. Dari sini, kita bisa tentukan bagaimana selera segmen ini, dan kita bisa kembangkan brand dan sentuhan publikasi yang telah disesuaikan.

Alhasil, selama perjalanan satu tahun terakhir telah banyak peningkatan yang sangat signifikan dalam hal pemanfaatan media sebagai usaha untuk menyebarkan informasi dan inspirasi. Sosial media PPI Belanda telah mendapatkan tempat tersendiri diantara para penikmatnya. Peningkatan jumlah pengguna dan penerima manfaat dari media PPI Belanda adalah bukti nyata bahwa banyak pemuda dan pelajar yang haus akan informasi positif dan segar, untuk itulah PPI Belanda mengembangkan medianya.

Tantangan selanjutnya adalah bagaimana agar ide, gagasan, dan inovasi yang terserak ini bisa lebih banyak diterima di media massa, baik cetak maupun online. Tak bisa dipungkiri, meski sosial media tengah menggeliat; media mainstream tetap menjadi senjata yang ampuh untuk menggarap lebih banyak penerima manfaat. Untuk itu, diperlukan upaya sistemik untuk meningkatkan frekuensi tampilnya pemberitaan tentang PPI Belanda atau pelajar Indonesia di Belanda di media mainstream, baik di Indonesia maupun di luar negeri.

Pada akhirnya, rekayasa sosial adalah rekayasa opini, dan opini bisa di mainkan dengan media. Bila kita menguasai media dalam artian mengerti cara mengoptimalkan media; maka akan lebih banyak penerima manfaat, dan akan semakin bertambah  pula kontribusi PPI Belanda untuk Indonesia.

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”  Pramoedya Ananta Toer

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 16, 2013 by in Catatan Sekjend.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,220,124 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,318 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: