Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Kebijaksanaan dan Pengetahuan


Den Haag 25 Oktober 2013

knowledge-vs-wisdom

Ceritanya saya sudah berada pada penghujung studi saya di negeri belanda ini. Tak terasa sudah waktu terlipat begitu cepat, dan secara tidak resmi saya akan menuntaskan perjalanan master ini dalam 2 pekan. Dalam perjalanan ini studi ini banyak hal yang bisa saya petik, baik yang berhubungan langsung dengan akademik maupun yang berkaitan degan pembelajaran hidup sendiri. Seperti kata orang bijak, ilmu memberikan kamu pengetahuan, dan hidup membuahkan kebijaksanaan. Semoga keduanya melekat pada diri ini hingga akhir nafas.

Tak terhitung sudah berapa puluh, atau mungkin ratus paper yang saya baca selama perjalanan ini. dari tentang ilmu tata kelola pemerintahan, politik ekonomi, kebijakan, studi pembangunan dari camp mainstream maupun antimainstream. Saya pun sempat belajar tentang studi agraria, gerakan petani, politik marx, ekonomi kerakyatan chayanov, konsep pembangunan lenin, dan pola pikir kebebasan amarta sen. Tentunya tidak lupa menyebut nama seorang Thomas Reardon dari Negeri Paman Obama, seorang pakar ekonomi-pertanian, yang kini sedang saya coba kritik teori ‘revolusi supermarket’ nya melalui thesis yang sedang disusun. tak tanggung, saya menggunakan istilah ‘dormant’ atau terbengkalai untuk menggambarkan kalau teori dia tidak berlaku di Indonesia.

Ada kejadian menarik beberapa hari lalu, saya sedang terjebak mencari sebuah konsep untuk menjelaskan sebuah fenomena menarik yang saya temui di lapangan. Rasanya saya menghabiskan beberapa hari hanya untuk mencari pendekatan yang tepat. Hingga akhirnya saya menemukannya, sebuah teori bernama ‘agency’ dan menuntun saya untuk meminjam buku yang ternyata adalah buku yang saya pinjam pertama kali di perpustaan kampus saya. Sebuah buku berjudul Commodities and Capabilities, karya Amarta Sen (1985).

Buku ini memberikan gambaran mengenai dinamika pelaku ekonomi dalam sistem pasar kapitalis. Dan Amartya Sen melihat bagaimana ada agen perubahan yang mampu dan mau melakukan tindakan kolektif untuk ‘melawan’ dominasi ekonomi pasar kapitalis.

Menarik, setelah memutar – mutar ke ratusan paper yang dibaca, pada akhirnya saya kembali ke titik awal perjalanan studi ini untuk menuntaskan halaman-halaman terkahir dari thesis saya. Tetapi, entah mengapa saya menemukan diri saya melihat dan memahami tulisan ini dengan cara berbeda. Saya kira, ini karena saya telah mengalami exposure akademik selama setahun terakhir dan membuat saya berbeda melihat sesuatu.

Dan saya berada pada sebuah kesimpulan, jangan-jangan pengalaman studi kita sebenarnya tidak membawa kita kemana-mana. Kita hanya mengganti kacamata kita dalam melihat sesuatu dan kita merasa memiliki pijakan yang lebih seimbang untuk melangkah. Lensa itu adalah kebijaksanaan, dan pijakan itu adalah pengetahuan.

Pagi ini saya kembali merenung, sembari memandang bab terakhir thesis saya yang saya beri judul ‘reflections’. pada akhirnya saya percaya yang membedakan manusia dengan lainnya adalah kemampuan dia merefleksikan setiap kejadian demi kejadian, dan kebijaksanaan dia untuk mau terus berubah dari setiap pembelajaran yang ada.

Refleksi bodoh saya mengantarkan saya ke petikan kalimat Amartya Sen, ‘Freedom to choose becomes freedom of opportunity when people have the capacity to act on choices’. Pertanyaannya, sudah kah kita memiliki kapasitas itu dan maukah kita memilih untuk bertindak?

#refleksibodohmahasiswaesdua

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 25, 2013 by in Refleksi Mahasiswa S2.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,220,251 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,318 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: