Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Mengubah Struktur Dunia


Den Haag, 13 Desember 2013

Neoliberal

Ceritanya kemarin saya mendapatkan nilai akhir thesis saya dan melengkapi angka-angka di transkrip. Praktis, hanya tinggal 3 hari lagi saya berada di negeri kincir angin. Memang bukan label cum laude yang saya dapatkan, karena memang tidak pernah direncanakan. Tetapi saya kira saya bisa bersyukur, di tengah aktivitas yang dinamis, nilai memuaskan bisa saya raih. setidaknya angka di nilai akhir terbilang cukup untuk menjadi landasan pertimbangan studi lanjutan.

Banyak hal yang saya dapatkan selama 1.5 tahun berkuliah di kampus yang dikenal anti-mainstream, kritis, dan cenderung kiri ini. Apa yang saya suka dari kampus ini adalah kesempatan untuk melihat dunia dari berbagai lensa, pemahaman bahwa tiada konsep yang mutlak, dan pengertian kalau dunia ini berubah dan bergeser. Sebagai seorang pelajar, saya menikmati semua proses diskusi dan debat yang membuat wacana di otak semakin berkembang.

Setidaknya saya menjadi paham kalau cara terbaik untuk memahami kapitalisme adalah dengan membaca buku karya Marx; karena disana dia telah memaparkan bagaimana logika kapitalisme itu dengan baik, baik dalam konteks makro dan mikro. saya menjadi memahami bahwa kapitalisme itu adalah sistem yang dinamis, krisis ekonomi global bukanlah sebuah bentuk kegagalan sistem tersebut, justru merupakan karakter dari kapitalisme itu sendiri. Kapitalisme membutuhkan krisis, ketidakmerataan, dan ketidakstabilan agar terus berkembang.

Agar mendapatkan kepercayaan dunia, maka dibuatlah bentuk ‘kerjasama pembangunan’ dengan label ’empowerment’ atau basa-basi ‘sustainable’ agar negara berkembang bisa terus bergantung pada negara maju. saya skeptis dengan program air bersih, pemberdayaan perempuan dengan membuat produk sederhana, atau pembangkit listrik skala kecil yang dilakukan oleh negara donor. mudahnya, 100 sekolah yang mereka buat tidak akan bisa mengganti nilai sumber daya yang pindah tangan dari sebuah negara. selama kapitalisme masih disepakati di dunia ini, maka kemiskinan akan selalu ada.

tentang neoliberalisme, sistem ini sungguh canggih. bentuk radikal dari kapitalisme. sayangnya, mereka yang menghujat neoliberalisme ini terkadang tidak mengerti apa yang mereka hujat. bentuk praktek neoliberalisme bukan hanya sekedar pasar bebas dan masuknya perusahaan multinasional. tetapi demokrasi, lahirnya NGO, otonomi daerah, kuatnya pasar modal, murahnya pajak eksport-import, kerjasama multi-stakeholder, persaingan berbasis kompetensi, dan kuragnya peran pemerintah dalam kebijakan usaha juga merupakan produk neoliberalisme. Jadi, neoliberalisme tidak sebususk yang kebanyakan orang duga kan? aneh kalau ada yang dukung otonomi daerah tapi tolak neoliberalisme. kecuali kita sepakat kita boleh mendukung-menolak pemahaman secara sebagian. menurut saya itu tak bedanya, dengan seorang yang tidak sholat tapi ketat dalam kehalalan makanan. mungkin terlalu ekstrim ya. ya itu sekedar contoh.

baik, kita berada pada sebuah sistem yang bisa meledak kapanpun. ada banyak bukti kelemahannya. tetapi juga ternyata banyak juga manfaat perubahannya. lantas, dimana posisi kita? ini pertanyaan yang sulit untuk dijawab.

saya berpandangan sistem ini perlu di ubah. dengan apapun namanya -saya tidak peduli-. tetapi sistem tersebut mampu membuat semua warga dunia bermartabat atas dirinya, dan tidak ada penindasan ekonomi antar negara. Bagaimana caranya? ini yang menarik.

dalam mengubah struktur dunia, sekedar menhujat atau diskusi seminar tidak akan mengubah keadaan. kamu demo di jalan mengatakan neoliberal busuk pun hanya akan jadi bahan bercandaan.

untuk mengubah keadaan, diperlukan sebuah praktek. sebagaimana cina dengan kampanye state-capitalism nya, atau BRICS dengan pasar terbatas dan terkoordinasi-nya. ini adalah embrio-embrio perubahan yang bisa terlihat dengan nyata. Indonesia -dalam konteks ini- perlu memikirkan strategi independen yang bisa membuat negeri ini terdepan di masa depan. saya sungguh tidak percaya kalau cina, india, brazil akan mau membantu negara berkembang lain nya saat mereka maju. mereka melakukannya hanya untuk negara dan rakyat mereka. Ah, materi membuat manusia semakin egois.

Refleksi bodoh saya mengatakan antara pemimpin (umara) dan ilmuwan (ulama) dalam sebuah negara perlulah duduk bersama dan komitmen penuh integritas dalam memajukan bangsa. pemimpinnya jangan korupsi. ilmuwannya jangan merasa paling pintar. Indonesia membutuhkan orang-orang jujur dan rendah hati yang mau bekerja cerdas untuk bangsa. bukan seorang pemimpin zalim dan ilmuwan menara gading.

#refleksibodohmahasiswaesdua

Advertisements

4 comments on “Mengubah Struktur Dunia

  1. lizamarthalova
    December 13, 2013

    Saatnya mengaplikasikan ilmu yang di dapat untuk membangun indonesia yang lebih baik mas.

  2. femmiLiciouzs
    December 18, 2013

    Reblogged this on f * w o r L d.

  3. peluangdankesehatan
    February 21, 2014

    Selalu terkesan dengan judul2 artikel bang Yusuf 🙂

  4. Ruli Ismawati
    April 7, 2014

    Reblogged this on Ruli Ismawati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on December 13, 2013 by in Refleksi Mahasiswa S2.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,226,690 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,319 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: