Refleksi Seorang Master


Schipol, 16 Desember 2013

1462922_637024729682101_1931246030_n

Ceritanya hari ini saya akan meninggalkan negeri Belanda untuk kembali ke tanah air. Setelah satu setengah tahun belajar dan berkarya di negeri ini. Tak terasa, banyak sekali catatan yang saya tuliskan dan tinggalkan selama proses kehidupan yang sangat berkesan.

Kini, tibalah saatnya saya harus mengakhiri catatan refleksi bodoh mahasiswa es dua, sebuah catatan yang awalnya saya kira hanya akan menjadi goresan iseng tanpa pesan. ternyata, seiring waktu berjalan, catatan ini pun menjadi bagian dari pembelajaran saya di benua biru.

banyak respon positif yang saya terima, dan itu menjadi energi bagi saya untuk terus menebar pesan kebaikan. selama dua hari ini, saya berpikir keras, tulisan apa yang perlu saya goreskan untuk menutup kumpulan catatan ini? lantas saya berpikir, dan memutuskan untuk menuliskan tiga pembelajaran terbesar selama di negeri raja Willem.

pertama, kuliah tidak membuat dirimu langsung serta merta menjadi pintar. tapi kuliah dan dinamika proses di dalam nya membuat kamu semakin bijak dalam melihat masalah, memiliki lensa yang tajam dalam menggapai solusi, dan menambah keyakinan langkah saat menuntaskan tantangan.

kedua, silaturahim adalah salah satu kekuatan dalam membangun kapasitas diri serta menambah potensi momentum baik untuk diri kita. kita tak pernah tau bagaimana garis tangan seseorang, sehingga kita tak boleh membedakan satu dan sama lainnya. bisa jadi akan ada masa kita bertemu di puncak sana, bila silaturahim terjalin sejak belia, maka frekuensi kerjasama akan lebih mudah untuk di kelola

ketiga, pelajar yang baik adalah ketika ia bisa membuat harmoni antara intelegensia, kapasitas sosial, dan idealisme. sehingga sudah selayaknya, selagi menempuh studi, seorang pelajar juga mengasah pemahaman akan konsep diri dan dunia serta menambah jam terbang pengalaman berinteraksi dengan manusia.

saya siang ini akan akan terbang ke bumi pertiwi, senang rasanya mendengar banyak sahabat terkasih yang akan melepas kepergian ini, bahkan Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Belanda juga akan mendampingi sejenak di bandara. saya percaya, mereka hadir bukan untuk menyampaikan selamat tinggal, tetapi untuk mengatakan sampai jumpa dan selamat datang di babak baru kehidupan.

ada perasaan campur aduk meninggalkan belanda, sedih, senang, bahagia, puas, dan sebagainya. tetapi saya percaya, pilihan Sang Pemilik Dunia agar saya kuliah di sini merupakan sebuah anugerah yang tak tergantikan sehingga memberikan kesempatan bagi saya untuk menjadi pribadi yang lebih berarti.

semoga catatan refleksi bodoh mahasiswa es dua ini bisa bermanfaat untuk sahabat sekalian, semoga bisa membuat sedikit perbedaan dan nilai kebaikan dalam studi saya ini, dan semoga bisa membangun semangat sahabat semua agar semakin terinspirasi dan mau turun tangan langsung merangkai senyum Indonesia.

Refleksi akhir saya mencoba mengingatkan diri ini bahwa sifat seorang yang berilmu adalah ia merendahkan hati kepada sesama manusia dan semakin takut kepada Tuhan. Ilmu hanya akan jadi buih tak bernilai bila tidak menjadikan diri ini semakin bijak dalam kehidupan dan taat hingga menggapai akhirat.

#refleksiseorangmaster

Advertisements

7 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s