Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Dinamika Kawasan Menantang Presiden Terpilih


Rabu, 12 Februari 2014

sejarah-asean

Den Haag – Lepas 5 tahun pasca krisis dunia 2008, Indonesia kini semakin mendapatkan posisi di fora internasional. Bergabungnya Indonesia di G-20 dan dipercaya sebagai tuan rumah KTT APEC merupakan dua contoh nyata bagaimana negara-negara di dunia mulai menaruh perhatian pada Indonesia. Namun hemat saya, Indonesia atas capaian ini belum boleh berpuas diri. Indonesia masih perlu terus membangun kekuatan politik, ekonomi, dan militer, agar bisa berpengaruh dan disegani.

Tulisan ini mencoba memberikan tantangan kepada Presiden terpilih pasca pesta demokrasi medio 2014 nanti. Tantangan tersebut berupa bagaimana agar Indonesia bisa secara de facto dan de jure menjadi pemimpin kawasan, khususnya di Asia Tenggara. Apalagi dengan dicanangkannya ASEAN Community di 2015, yang seharusnya membuka kesempatan bagi Indonesia untuk menjadi pemain penentu, bukan sekadar pengikut dari arus negosiasi yang ada. Kita tidak sedang berbicara tentang Indonesia menjadi Ketua ASEAN, tapi tentang Indonesia menjadi kunci penentu dari kontestasi geopolitik dan ekonomi di kawasan Asia Tenggara.

Setidaknya ada 4 pra-syarat kekuatan agar Indonesia bisa menjadi negara adidaya dan berpengaruh, dalam hal ini dari konteks Indonesia terhadap dinamika Asia Tenggara. Pertama, kekuatan demografi. Indonesia telah diuntungkan oleh baby booming yang akan meningkatkan jumlah penduduk muda produktif hingga 2025. Sejarah mencatat, negara akan kuat bila memiliki jumlah penduduk yang cukup untuk menggerakkan roda ekonomi dan juga memberikan kekuatan pada militernya. Fakta ini telah dibuktikan oleh Amerika Serikat dan Republik Rakyat Cina (RRC). Akan tetapi, bila berbicara tentang demografi, kita tidak akan hanya berbicara dalam konteks jumlah penduduk, namun juga kualitas penduduk tersebut untuk berdaya saing. Indonesia -dalam hal ini- perlu bekerja keras dalam meningkatkan kapasitas intelektual dan daya saing penduduknya secara merata.

Kedua, kekuatan industri. Negara yang mampu mengelola sumber daya secara mandiri dengan teknologi industri memberikan kesempatan lebih untuk berdaya saing ketimbang negara yang hanya mengandalkan perdagangan barang, jasa, dan saham. Kata kuncinya berada pada memproduksi barang dengan teknologi dengan kapasitas ekonomi yang besar. Saat ini telah berkembang beberapa kawasan industri, salah satu yang terbesar adalah di Cikarang-Bekasi-Kawarang. Namun, mirisnya, kawasan industri ini didominasi oleh perusahaan asing yang sedikit memberikan manfaat transfer teknologi dan pengelolaan sumber daya. Ironis, di antara ratusan hektar kawasan industri tersebut, kita tidak menemui kluster industri perusahaan lokal dan justru kluster industri perusahaan Korea Selatan dan RRC.

Ketiga, daya saing konektifitas. Isu mahal dan lambatnya alur rantai pasok barang dan manusia Indonesia sudah menjadi masalah besar dalam meningkatkan leverage Indonesia dalam persaingan ekonomi dunia. Untuk itu, pembangunan infrastruktur logistik ini perlu menjadi titik tekan, baik di dalam Indonesia maupun hubungan Indonesia dengan negara tetangga. Diharapkan dengan perbaikan alur logistik ini bisa membuat biaya barang lebih murah dan akses antar kota/pulau lebih terjamin reliabilitasnya.

Keempat, tentang kepemimpinan. Ke depan, kita perlu pemimpin yang bisa mempengaruhi kebijakan global. Ia adalah sosok yang memiliki visi internasional dan juga mampu meningkatkan kebanggaan rakyat Indonesia terhadap Indonesia itu sendiri. Saya kira, Indonesia belum bisa dikatakan sukses di pentas dunia hanya dengan pernah jadi Ketua ASEAN (yang dipilih secara bergilir), menjadi tuan rumah APEC, dan menghadiri pertemuan-pertemuan di forum G-20. Indonesia sejatinya punya segala pra-syarat untuk menentukan arah musim ekonomi politik global. Tentu dengan catatan, diperlukan pemimpin yang memang memiliki kapasitas untuk menjadi wajah Indonesia di dunia.

Setelah 15 tahun pasca transisi demokrasi, sudah saatnya Indonesia berpikir lebih maju. Berbicara pemimpin kawasan bukan berarti meninggalkan kepentingan rakyat Indonesia. Justru, kita sedang menantang bagaimana kawasan Asia Tenggara bisa menjadi tempat bagi rakyat Indonesia untuk bisa hidup, berkehidupan, bahkan memberikan kehidupan bagi banyak orang. Indonesia telah memiliki semua pra-syarat untuk menjadi negara kuat. Hanya, ada satu hal yang belum dimiliki Indonesia untuk menyempurnakan upaya meningkatkan leverage-nya, yaitu pemimpin yang memiliki visi dan kapasitas besar.

Keterangan: Penulis adalah pemerhati Ekonomi Politik

 

tulisan diambil dari http://news.detik.com/read/2014/02/12/142224/2494673/103/dinamika-kawasan-menantang-presiden-terpilih?9922022

Advertisements

One comment on “Dinamika Kawasan Menantang Presiden Terpilih

  1. Ruli Ismawati
    April 7, 2014

    Reblogged this on Ruli Ismawati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 4, 2014 by in Sosial dan Politik.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,226,671 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,319 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: