Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Antara Joko, Bowo, dan Ical


Untitled

 

Beberapa hari terakhir saya berdiskusi dengan kawan dan rekan di berbagai tempat. Singkat cerita, pasca penolakan Mahkamah Konstitusi terhadap judicial review presidential threshold oleh Yusril, maka jumlah pasangan Presiden dan Wakil Presiden semakin mengkrucut.

Berdasarkan prediksi dari berbagai lembaga survey, tiga besar partai pemenang pemilu 2014 adalah Golkar, PDIP, dan Gerindra. Mereka kemungkinan akan cukup dominan dengan suara diatas 15% bahkan 20%. Artinya mereka punya kesempatan untuk mencalonkan Presiden sendiri atau hanya dengan tambahan koalisi.

Dengan begitu, maka ada tiga kemungkinan Presiden kita selanjutnya, yaitu Joko(wi), (pra)bowo, dan (abu)ical. Ketiga nama ini punya kemungkinan untuk menjadi Presiden terbesar. Kita jadi berpikir, akan bagaimana Indonesia bila dipimpin oleh salah satu dari tiga nama ini.

kita coba kupas satu satu yuk.

Joko, sosok populis satu ini memang sedang tengah diatas angin. Publik seakan percaya daya magis joko dalam memimpin kota, setelah sukses di Solo, Joko yang belum tuntas di Ibukota mencoba mempertaruhkan peruntungannya. Apakah nusantara menerima alumnus kehutanan Gajah Mada ini sebagai pemimpin mereka. Menariknya, banyak pemerhati mengatakan bahwa efek joko ini mulai berangsur hilang karena tantangan di Jakarta yang begitu kejam dan kejenuhan media yang mulai malas meliput sosok sederhana ini. Fenomena Joko ini seperti hal nya SBY di 2004, pastinya Joko sadar, mereka yang beranjak dari media akan menurun karena media pula. Bisa jadi, kalau Joko tidak maju di pemilu presiden 2014, efek nya sudah terurai hilang di 2019. jadi hanya inilah kesempatan joko.

Saya sendiri melihat setidaknya ada dua kekurangan joko ini, pertama dia belum menunjukkan apa visi ke-Indonesia-an nya, Indonesia tidak cukup bila hanya dipimpin dengan semangat populis. Kedua, joko ini terlalu manggut dengan Ibu Ratu partai banteng, saya jadi khawatir joko hanya jadi boneka kepentingan sang penerus trah soekarno.

Bowo, sosok jendral yang telah pensiun ini seakan sedang naik daun. dengan dana yang hampir tak terbatas, bowo bisa merekrut anak muda potensial yang membuat diri dan partainya melonjak positif. Iklan yang sangat menyentuh dan suguhan data target pembangunan yang jelas membuat bowo bisa mulai meyakinkan pemilih irasional dan rasional. Bowo sadar, masyarakat Indonesia ini mudah lupa, dan benar adanya, bowo telah membuat masyarakat lupa dia pernah berbuat salah di masa silam.

Tapi, apakah dunia internasional lupa akan ‘khilaf’ jendral bowo terkait HAM? saya kira, mereka tidak lupa, tetapi telah memaafkan. bermodalkan lobi kencang dari sang adik, hashim telah berhasil secara intens melobi negeri paman sam untuk bisa memberikan restu kepada bowo. kabarnya, lobi tersebut berbuah hasil, dan ‘barat’ mulai mengubah arah angin nya.

bowo sendiri, tampak serius menyiapkan kepresiden-annya, dia telah memiliki kabinet bayangan yang digaji penuh untuk menyiapkan rencana pembangunan-nya. saya perlu katakan bowo ini sangat serius menyiapkan diri sejak 2009. ini terbukti dari kuatnya infastruktur partainya untuk bertarung di pemilu 2014.

Ical, alumnus universitas gajah duduk ini tengah dilema saya kira, partainya memang terancam memenangi pemilu, namun partainya sadar bahwa ical ini tak kunjung menjual sebagai sosok Presiden. apalagi dengan goyangan isu moral yang bertebaran dua hari terakhir ini tampak mulai melucuti kredibilitas sang pengusaha.

Ical sejatinya punya dua kekuatan, yaitu visi Indonesia kesejahteraan 2045 yang tampak agak keren. dan juga mesin partai golkar yang modern dan profesional. bekal ini tampaknya juga belum mampu mendongkrak tingkat elektabilitas ical. namun demikian, masih tampak kurang jelas juga mau di bawa kemana negeri ini bila ical memimpin. meski mereka mengkampanyekan ‘order baru tanpa otoriter’.

apakah ada kemungkinan capres ke-4? saya kira memungkinkan saja. apabila partai partai medioker berkumpul dan berhasil mendapatkan suara 20% suara nasional. siapakah alternatif nama nama tersebut? bisa jadi Hatta Rajasa dari PAN, Mahfud MD/Jusuf Kalla dari PKB, Anis Matta/Ahmad Heryawan dari PKS, Wiranto dari Hanura, atau calon dari partai demokrat. Nama-nama ini akan mengisi slot ke-4 dalam kompetisi pilpres tahun ini.

antara, joko, bowo, ical atau nama ke-4. bagaimana menurut kamu?

Advertisements

4 comments on “Antara Joko, Bowo, dan Ical

  1. izzatyzone
    March 23, 2014

    kalo antara 3 itu, sy lbh cenderung ke pak bowo deh.. nggak buat ical .__.
    jika ada calon ke 4, kemungkinan sy pilij calon ke 4 yang notabene (kalo menurut apa yg ditulis njenengan di atas) banyak terdiri atas partai islam~

  2. Yusuf Muhammad
    March 24, 2014

    Saya pilih calon ke-4 saja..

  3. defitoblossom
    March 28, 2014

    saya pilih nama ke-4 saja ~

  4. Ruli Ismawati
    April 7, 2014

    Reblogged this on Ruli Ismawati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 23, 2014 by in Sosial dan Politik.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,220,124 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,318 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: