Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Apa gagasan kebijakan luar negeri kandidat presiden Indonesia?


kmb-1949-yang-menghasilkan-pengakuan-kedalutan-republik-indonesia-serikat

Mengikuti hingar bingar hiruk pikuk koalisi pilpres memang tiada habisnya. Para kandidat Presiden mulai saling mengunjungi, bertukar pikiran, dan sesekali mengeluarkan pernyataan ke publik. Berbagai ide dan janji mulai bertebaran, meski mereka tidak umbar begitu saja. Tampak para kandidat tidak ingin terlalu mudah mengucapkannya.

Namun, sejauh saya memperhatikan, belum ada kandidat yang mengutarakan gagasan kebijakan luar negerinya kepada publik. wajar, sebagai negara yang masih berupaya meraih kemapanan, isu domestik tentu menjadi prioritas. dan isu luar negeri masih menjadi selingan. Perlu juga di akui kalau publik belum begitu peduli, sehingga isu luar negeri bukan merupakan janji kampanye yang menjual.

Akan tetapi, perlu kita catat bersama bahwa dalam dunia global seperti saat ini; apa yang terjadi di luar Indonesia sangat berpengaruh terhadap apa yang terjadi di Indonesia. Seperti, bila kita berbicara kebijakan perdagangan; maka tak bisa kita lepaskan dari lobi para diplomat Indonesia di forum WTO. Atau bila kita bicara tentang pertanian; kita tak bisa begitu saja mengembangkan produk pertanian tanpa merujuk pada standar yang telah ada di FAO.

Atau bila kita begitu saja memberlakukan proteksionisme pada produk-produk tertentu; itu tidak bisa sekedar ditetapkan di dalam negeri saja. Perlu ada upaya banding dan debat di forum dunia seperti WTO atau dulu bisa jadi juga dengan IMF. Karena apabila kita tetapkan begitu saja, bisa jadi keanggotaan Indonesia di WTO akan terancam.

Dalam konteks regional; Indonesia terikat pada beberapa pakta kesepakatan ASEAN. salah satu yang terdekat adalah pembukaan masyarakat ekonomi asean (MEA) yang efektif mulai awal tahun 2016. konsekuensi dari MEA adalah pasar tenaga kerja, perdagangan dan investasi akan semakin terbuka diantara negara-negara ASEAN. MEA bisa dilihat sebagai kesempatan; bila kita bisa memetakan dengan cerman potensi alam, manusia, serta geografis Indonesia. Namun bisa jadi juga ancaman bila kita gagal mempersiapkannya.

Dinamika ekonomi-politik luar negeri tak kalah beringasnya dengan dinamika dalam negeri. Sehingga kiranya perlu juga kita menilai kandidat presiden Indonesia -atau setidaknya juga- wakil presidennnya. dari aspek pemahaman dan gagasannya terhadap kebijakan luar negeri. bisa jadi juga kita perlu pertimbangkan; kandidat mana yang ‘pantas’ sebagai wajah Indonesia di luar negeri. wajah ini bukan sekedar tampilan fisik; tetapi juga kemampuan dia memperjuangkan kepentingan negara di kancah dunia.

Terlepas dari keterbatasan informasi, Menurutmu, siapakah kandidat presiden yang unggul dalam gagasan kebijakan luar negeri dan yang memiliki ‘wajah’ yang pantas untuk mewakili Indonesia?

Advertisements

2 comments on “Apa gagasan kebijakan luar negeri kandidat presiden Indonesia?

  1. torinuariza
    May 8, 2014

    Belum lagi soal pilihan sikap mau gabung mana TPP poros Washington atau RCEP poros Tiongkok bang,

  2. archer
    May 8, 2014

    mudah2an presiden berikutnya bisa membawa indonesia lebih baik dan berwibawa di mata internasional

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on May 8, 2014 by in Sosial dan Politik.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,210,290 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,320 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: