Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Buka Saja ‘borok’ calon Presiden-mu!


using-social-media-in-politics

Belakangan, saya termasuk sebagian orang yang rada muak dengan berita yang hilir mudik di media online dan sosial. Bagaimana tidak? informasi yang dituangkan tak jauh tentang berita negatif atau hitam (fitnah) terhadap kedua calon pemimpin Indonesia.

Pada titik ini saya menilai bahwa kampanye dan sosial media adalah kombinasi yang sangat tepat untuk melahirkan permusuhan dunia maya yang cenderung tidak sehat. Social Media melahirkan tipikal orang-orang yang hanya mampu berargumen di depan dinding maya dan merasa dirinya paling benar.

Seakan, pilihan ‘saya’ lebih baik darinya, dan bila ia tidak memilih pilihannya saya maka ia salah/sesat/masuk neraka. Padahal, menurut saya seharusnya seorang memilih mendukung calon tertentu adalah bagian dari berlomba dalam kebaikan, bentuk ‘keputusan’ yang ia nilai tepat; tetapi tidak menjadikan pilihan itu hitam dan putih.

Terlalu banyak ‘borok’ calon pemimpin Indonesia yang dikupas dengan nada kebencian. Idealnya, para pendukung mengupas detail kandidat dalam bingkai membandingkan aspek yang berkaitan langsung dengan kepemimpinan Indonesia. bukan sesuatu yang belum teruji, belum terbukti, masih asumsi, bahkan bisa jadi hanya fitnah tak berdasar.

Pada akhirnya, saya menilai, siapapun yang terpilih akan membawa beban ‘borok’ yang telah terkupas, menganga lebar dan bisa dilihat, ditertawakan, dan dicibir secara berjamaah.

Mungkin, perlu sebuah pengingat bersama, bahwa, Indonesia sedang memilih manusia untuk jadi Presiden. Bukan malaikat atau Nabi. Ini dua manusia yang sedang menjadi kandidat Presiden adalah manusia dengan segala kelebihan dan kekurangan.

Artinya apa? kita pasti akan memiliki Presiden yang ada cacat atau kekurangannya. sehingga tak perlulah kita obok-obok borok itu terlalu dalam. Kenapa kita tidak fokus pada kekuatan yang dimiliki oleh masing-masing calon, dan bagaimana kekuatan itu kita nilai sebagai sebuah potensi untuk membangun Indonesia kedepan?

Social media di satu sisi membuat koneksi lebih dekat dan cepat. namun di sisi lain telah menjelma sebagai media destruksi moral negeri ini. wajar, karena Indonesia melewati masa berpikir, membaca, dan merenung. sehingga, apa yang di ‘muntah’ kan di social media bisa jadi (untuk sebagian orang) tidak melewati tiga fase tadi pada diri masing-masing insan manusia.

ah bisa jadi saya salah, terlalu umum menilai orang-orang.

Advertisements

6 comments on “Buka Saja ‘borok’ calon Presiden-mu!

  1. kaprilyanto
    May 30, 2014

    Wah setuju banget nih, karena diberi kewenangan berpendapat sebebas2nya..

  2. yayangneville
    May 31, 2014

    Betul, dari pada ngeri baca tentang ‘botol borok’ tersebut lbh baik fokus tentang siapa yg akan kita pilih nanti, mantapkan saja apapun pilihan kita nanti

  3. deti anisa
    June 2, 2014

    Yap, setuju.. Agaknya kita perlu banyak belajar lagi bagaimana berbicara yang santun.

  4. Dede
    June 2, 2014

    Setuju! 😀

  5. partnerinvain
    June 3, 2014

    Aku juga rada miris socmedku penuh bergantian dgn link2 macam beginian padahal belum tentu benar

  6. Tika Nurkarimah
    June 25, 2014

    Yap mending fokus pada kekuatn untuk membuat negeri ini tersenyum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on May 30, 2014 by in Sosial dan Politik.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,210,290 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,320 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: