Tentang Kepala Daerah – Mana yang lebih melejitkan?


a3d2db8b181fb35a374f47bc2e72de99_XL

Dari sekian ratus Kepala Daerah yang ada di Indonesia; kebetulan saya memiliki akses dari mereka yang berasal dari PDIP, Gerindra, PAN, dan PKS. Akses ini saya definisikan kemampuan saya untuk menghubungi kepala daerah tersebut dengan waktu yang relatif tidak lama.

kemudian saya mencoba mengamati mereka, apa yang mereka lakukan, dan dampak yang terjadi pada diri mereka. Singkat cerita; saya menyimpulkan (sementara ini) bahwa memimpin Kota itu lebih memberikan mobilitas sosial politik ketimbang memimpin provinsi.

Mengapa?

karena memimpin sebuah kota akan terasa langsung manfaatnya setelah sebuah kebijakan dikeluarkan. selain itu, bila seorang memimpin kota, ia mendapatkan kesempatan untuk bisa membuat strategi pembangunan hingga tingkat sangat teknis. Kalau perlu ia yang menentukan warna halte bus, ia memungkinkan untuk melakukan itu.

berbeda dengan menjadi kepala provinsi, kebijakan mereka bersifat umum, masif, dan cenderung sporadis. akibatnya, kebijakan yang dikeluarkan tidak langsung terasa dan publik bisa jadi tidak mengetahui dari mana kebijakan yang baik tersebut datang.

seorang walikota atau gubernur DKI (saya menidentifikasikan DKI sebagai kota karena gubernur disana memiliki walikota yag berada di bawah komando langsung; sehingga karakteristik kota masuk ke dalam DKI); bisa saja membuat kebijakan pembangunan monorel; pemindahan PKL; peremajaan pasar tradisional, atau pembersihan waduk secara langsung dan dikerjakan segera. Ia memegang kendali satpol PP, dinas teknis, dan petugas lapangan yang bisa bergerak cepat. Namun, kemampuan ini tidak berlaku bagi gubernur provinsi (selain DKI dan Jogjakarta).

ini yang membuat, ‘kerja’ Ibu Tri Rismaharini, Kang Ridwan Kamil, Gubernur Jokowi, Plt Gubernur Ahok, dan Walikota Bima Arya terasa langsung dan cepat mendapatkan apresiasi. Contoh, walikota Bandung Ridwan Kamil; baru saja mendapat beberapa penghargaan sejak jadi walikota, tapi dampak sosial nya sangat besar.

Namun sebutlah Gubernur Ahmad Heryawan, meski sudah ratusan penghargaan yang didapat. bisa jadi publik belum tentu sadar tentang apa yang sudah Gubernur Aher lakukan selama ini. itu juga karena nama nama penghargaan Ahmad Heryawan yang beragam dan tidak mudah di ingat. pun ada yang mengingat, bisa jadi mereka justru pertanyakan; benarkah?

mudahnya, 1 penghargaan walikota terbaik dari institusi internasional itu punya bobot sosial dan politik lebih besar daripada 150 penghargaan dari pemerintah pusatnya.

Akibatnya? mereka yang jadi pemimpin kita memungkinkan mendapatkan sorotan publik dan media lebih ramai ketimbang pemimpin provinsi. mereka dianggap agen perubahan, pemimpin yang merakyat, tokoh yang inovatif karena setidaknya tiga hal; (1) akses ke publik lebih mudah; (2) masyarakat urban lebih ramai berkicau di media; dan (3) kebijakan cukup banyak bersifat teknis yang dinilai sebagai sikap ‘konkrit’.

Bagaimana menurut anda ?  — at Ninoy Aquino International Airport.

Advertisements

1 Comment

  1. sangat cantik opininya mas… 🙂
    menurut saya, pemimpin sejati memang harus “sudah selesai” dengan segala keinginan untuk di publikasi dan di beri reward oleh siapapun…
    yang jauh di lubuk nuraninya yang paling dalam, ia hanya ingin menjalankan panggilan hidupnya (memimpin) sampai tuntas..dan “membayar semua harganya” sampai lunas…karena di dunia ini tidak ada yang “gratis”dan tanpa perlawanan dari siapapun..
    jadi dimanapun mereka “ditempatkan Tuhan”(walikota, atau gubernur, atau apapun), mereka mengerti dan ikhlas, bahwa mereka memang mendapat tugas mulia (melayani rakyat) di situ dari Tuhan..
    kalaupun nanti mereka populis dan mendapar reward dari siapapun. itu hanyalah “buah” yang pantas mereka terima..karena mereka sudah menanam, memupuk , menyiangi segala yang mereka lakukan selama ini..
    itu “cuma” sebuah keniscayaan..da masalah waktu..
    salam hangat mas..
    agung,pramudyanto penulis magelang..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s