Tentang ‘pengamat’ dadakan


Social-Media-Techies


Saya ingin memulai celotehan saya dgn apresiasi kepada mereka yg disebut dgn ‘pengamat’ dadakan. Buat saya, kehadiran mereka janganlah dipandang sinis, skeptis, atau direndahkan. Karena sejatinya, kehadiran mereka membuat diskusi tentang isu negara terdeliberasi ke tingkat akar rumput.

Dalam konteks kedewasaan berpolitik, apa yg ‘pengamat’ dadakan ini lakukan adalah bentuk partisipasi, kepedulian, dan kepekaan terhadap kerja kerja kolektif apa yg perlu dilakukan utk mengelola sebuah negara.

Wadah sosial media memberikan kepada mereka kesempatan utk berekspresi dan tentunya ini adalah pembelajaran yang sangat baik. Setiap selepas debat capres, dunia maya selalu ramai dgn istilah baru yang lahir dr debat. Bayangkan, istilah yg selama ini hanya jd makanan elit kini jd makanan rakyat.

Rakyat jd paham pentingnya pengelolaan inflasi daerah, kenapa laut cina selatan penting utk kita, apa itu pelanggaran ham dsb.

Sebagai seorang pelajar, janganlah kita menganggap remeh para ‘pengamat’ dadakan ini. Jangan karema kita alumnus ilmu politik, ekonomi, atau HI membuat kita menutup mata dan merendahkan komentar dr khalayak publik.

Demokrasi akan matang bila warga negara semakin peka terhadap bangsanya. Dan para ‘pengamat’ dadakan ini memberikan nuansa baru dalam politik negara kita.

Sekali lagi, apresiasi saya utk kawan kawan yg mau berceloteh tentang bangsa. — at Kuala Lumpur International Airport.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s