Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Indonesia Memilih


surat-suara

Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu, Senin, Selasa, dan Rabu.

Tinggal 7 hari lagi menjelang pesta terbesar 5 tahunan di negeri kita akan dilaksanakan. Gegap gempita jelang pesta ini semakin terasa di segala penjuru negeri. Bedanya, pesta ini tak selalu di isi dengan tawa dan persiapan penuh rasa bahagia. persiapan pesta ini di isi oleh ancaman, cacian, saling umbar aib, hingga kekerasan.

Bisa jadi salah satu berita baik di Rabu sore pekan depan adalah tidak ada lagi cacian antar pendukung calon presiden. meski wajar, karena salah satu puncak pimpinan dua partai utama yang bertarung menunjukkan gestur ‘menantang’ dan ‘tak menghormati’ ketika bertemu. energi negatif pun tersebar hingga ke akar rumput; tentunya dengan distorsi yang sangat berlebihan.

Pertarungan tak lagi mengandalkan otak dan hati; melainkan juga fisik dan saling hujat. sedih rasanya, melihat sosok negarawan pun berubah menjadi seonggok politisi yang mengejar kuasa dengan cara menjilat kawan dan meludahi lawan.

Cuih! Percuma semua upaya dan pencitraan yang telah terbangun; kini hanya menjadi debu yang pantas di injak.

ada baiknya kita juga membedakan antara mereka yang pantas memimpin dan mereka yang tampak bisa memimpin. mereka yang pantas memimpin benar-benar menyiapkannya sejak lama; tidak sekedar 1-2 tahun; tapi 1-2 dekade. pengorbanan juga perlu dilihat secara integral; tidak sekedar dari berapa banyak jabatan yang pernah diduduki tapi sebesar apa dia telah mewakafkan dirinya untuk bangsa.

kepantasan juga perlu dilihat dari kemampuan capres tersebut dalam mengkonsolidasikan suara elit dan alit (rakyat). tidak bisa hanya salah satunya. memang alit adalah kekuatan besar dari negeri ini; sebuah karunia Tuhan yang harus selalu kita syukuri. tapi perlu dicatat bahwa perubahan selalu terbangun dari kesepakatan kelompok kecil (elit) yang mampu menjadi pendorong perubahan negeri ini.

kepantasan juga perlu dilihat dari sejauh mana seorang capres mampu mengekspresikan gagasan, mentransformasikannya menjadi kebijakan strategis, menghadirkannya dalam bentuk program taktis, dan memastikan keberjalanannya dengan kekuatan dan ketegasan politiknya.

kepantasan juga bisa di ukur dari sejauh mana kita sebagai warga Indonesia bisa percaya diri dengan ‘wajah’ dia. apakah dia benar-benar pantas untuk menjadi wajah Indonesia dalam forum forum dunia? apakah kita akan mempermalukan diri dengan memilih presiden yang kita sendiri tak yakin apakah dia bisa diterima dalam pergaulan internasional.

kepantasan juga bisa di nilai siapa tim di belakangnya. apakah para pengumbar fitnah, negarawan yang berselingkuh, pakar yang kerap melakukan makar, broker yang berada di keliling penguasa, dan tirani yang masih haus kekuasaan. ataukah para pemilik ilmu yang bijak, negarawan yang setia pada negara, generasi muda yang haus perubahan, dan para pengusaha yang siap berkontribusi untuk pembangunan.

Indonesia memilih, diantara dua pilihan.

sudah sewajarnya kita sebagai generasi muda menggunakan hak pilih kita dan turut berkontribusi terhadapa nasib bangsa ini. kita harus bisa berbangga dan bercerita pada generasi setelah kita bahwa pada tanggal 9 juli 2014 kita telah memilih presiden yang tepat dan pantas untuk negeri.

saya akan memilih. dan saya akan bercerita kepada anak cucu saya kelak bahwa pilihan saya pada tanggal tersebut memberikan perubahan kepada Indonesia; menjadi Indonesia yang menghadirkan senyuman bagi setiap warga nya.

saya akan memilih, kamu?

Advertisements

One comment on “Indonesia Memilih

  1. Pingback: In This Election, I Want to be Part of The Change | Benak Pikiranku, Yunus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on July 3, 2014 by in Sosial dan Politik.

Navigation

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,204,292 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,320 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: