Feeds:
Posts
Comments

Enjoy Jakarta ! sebuah tagline yang didengungkan oleh pemerintah daerah Ibukota Jakarta dalam mempromosikan kota terbesar di Indonesia ini. Tetapi sebagai seorang yang seringkali mengunjungi Kota Jakarta, sebuah pertanyaan muncul, bagaimana cara menikmati Jakarta ? Kemacetan dimana-mana bahkan di jalan toll sekalipun, waktu yang terbuang untuk perjalanan begitu panjang. Demonstrasi di pusat kota hampir terjadi setiap hari kepada pemerintah, hal ini pun membuat kekhawatiran dan ketidakjelasan waktu tempuh. Berbagai fasilitas transportasi yang jauh dari layak, metromini yang mengeluarkan asap hitam pekat, angkutan kota yang selalu ngetem sehingga tidak ada kepastian pemberangkatan ( apalagi waktu tiba ) bagi para penumpang. Bahkan, sistem jaringan transjakarta dengan buswaynya belum lah menjadi angkutan yang andal. Belakangan muncul ide tentang mass rapid transport, akan tetapi juga tidak menjadi jelas karena tiada investor yang bersedia bergabung.

Jakarta saat ini bersama bogor, depok, bekasi, dan tanggerang, mengklaim jaringan kota-kota ini dalam sebuah megalopolitan yang disebut dengan jabodetabek. Sebuah jaringan besar yang menghubungkan kawasan pemukiman, kawasan industri dan bisnis. Kesempatan besar tentu terbentuk, Jakarta sebagai pintu gerbang Indonesia memiliki akses dalam hal jaringan nasional maupun internasional. Hampir semua markas utama perusahaan besar nasional maupun multi-nasional bertempat di Jakarta, hal ini memudahkan tentunya bagi Jakarta untuk bisa sebagai pusat perdagangan dan Jasa. Dampak besar dari hal ini tentu adalah jumlah pajak yang sangat besar di Jakarta.

Di sisi lain, adanya pusat pemerintahan di Jakarta menjadi tanda tanya tersendiri, apakah masih layak ada pusat pemerintahan disana. Disaat mesin bisnis bernama Jakarta ini terus berkembang, apakah dekatnya pusat bisnis  dengan pusat pemerintahan berdampak baik ataukah justru berdampak buruk, seperti ; kala pemerintahan tidak baik demonstrasi terjadi dan berakibat pada macetnya roda ekonomi, atau seperti kemungkinan terjadi korupsi dengan cepat karena akses yang memang dekat.

Jika melihat beberapa negara lain di luar negeri, akan kita lihat adanya perbedaan kota dagang dan ibukota. Mereka sengaja menjadikan sebuah kota megalopolitan terpisah dari pemerintahan. Sebagai contoh, Jerman menjadikan frankfurt sebagai kota dagang dan berlin sebagai ibukota, Australia menjadikan Sydney sebagai kota Jasa dan Canberra sebagai ibukota, atau Amerika serikat yang menjadikan New York sebagai kota bisnis dan Washington DC sebagai ibukota. Dalam perkembangan lain, negara di Asia lainnya pun juga semakin ingin mengurangi peran Ibukota sebagai Kota Bisnis, seperti China yang mulai mengembangkan kota bisnis selain Beijing seperti Shenzen, Ghuanzou, dan Shanghai, sehingga pada akhirnya beban Beijing semakin berkurang sebagai pusat ekonomi dan bisa fokus sebagai pusat pemerintahan.

Saya memang belum menemukan literatur yang cukup tegas menentukan syarat sebuah ibukota, akan tetapi saya mendapat potongan makalah Prof.Sutikno dari Program Studi Geografi Universitas Gadjah Mada yang memberikan sebuah pandangan bahwa pemindahan ibukota pernah terjadi di beberapa negara dengan berbagai pertimbangan. Bisa dikatakan bahkan, tidak ada alasan yang benar benar sama dari pemindahan ibukota ini. Contoh berikut memberikan gambaran bahwa pemindahan ibu kota negara itu tidak tabu dan dilakukan dengan tujuan memecahkan permasalahan untuk menuju ke perbaikan dan kemajuan bangsa dan negara.

1)       Brasilia ibu kotanya terletak di pedalaman, karena ibu kota lama Rio Jenairo sudah terlalu padat.

2)       Pemerintah Korea Selatan da;lam tahun 2004 ibu kotanya pindah dari Seoul ke Sejong, meskipun Seoul itu berarti ibu kota dalam bahasa Korea.

3)       Ibu kota tradisional secara ekonomi memudar oleh kota pesaingnya, seperti Nanjing oleh Shanghai.

4)       Menurunya suatu dinasti atau budaya dapat juga ibu kota yang telah ada mati/pudar/kalah pamor seperti di Babilon dan Cahokia.

Selain ibu kota negara dipindahkan terdapat juga pemindahan sebagian dari kekuasaan pemerintah, contoh berikut dapat dijadikan salah satu alternatif untuk pemecahan masalah yang terkait dengan ibu kota negara.

1)       Bolivia: Succre masih ibu kota konstitusional tetapi pemerintahan nasional telah lama ditinggalkan dan beralih ke La Paz.

2)       Chili: Santiago masih dianggap sebagai ibu kota meskipun Kongres Nasionalnya di Valparaiso.

3)       Belanda: Amsterdam ibu kota nasional konsitusional, meskipun pemerintahan Belanda, parlemen, istana ratu semuanya terletak di Den Haag.

4)       Afrika Selatan: ibu kota administratif di Pretoria, ibu kota legislatifnya di Cape Town dan ibu kota judisialnya di Bloemfontein (Wikipedia, 2007).

Dengan berbagai contoh di berbagai negara tersebut, maka yang akan menjadi perhatian adalah kelayakan dari Jakarta itu sendiri. Seperti yang kita ketahui bahwa ibukota adalah simbol dari sebuah negara, pada zaman dahulu Paris dan London dipilih oleh Romawi sebagai Ibukota karena alasan pertahanan. Itu mengapa kebanyakan ibukota yang sudah tua secara usia selalu berada di tepi laut dan berkembang menjadi kota pelabuhan. Karena laut adalah simbol kekuatan pertahanan dan peperangan di masa lalu saat kapal terbang belum merajai dunia transportasi dan pertahanan, hingga bahkan ada slogan england rules the sea.

Selain itu faktor koordinat memang menjadi perhatian pula , sangat diharapkan ibukota terletak di pusat dalam konteks ditengah wilayah suatu negara, walau jika melihat amerika serikat dengan washington DC yang terletak di wilayah timur tampaknya teori ini tidak begitu relevan kini karena arus informasi dan komunikasi yang semakin membuat dunia serasa sangat sempit.

Ibu kota menjadi simbol bagi negara dan pemerintahannya, dan sebagai tempat berkembangnya muatan politik. Kota kota abad pertengahan, pemilihan, relokasi, pendirian dari suatu ibu kota modern dilandasi dengan emosional. Contoh-contohnya adalah sebagai berikut.

1)       Athena yang hancur dan hampir tak berpenduduk dijadikan ibu kota baru bagi Greece, sebagai simbul kejayaan masa lalu. Hal yang mirip adalah Perang Dingin dan Reunifikasi Jerman, Berlin menjadi ibu kota lagi bagi Jerman.

2)       Suatu relokasi simbolik dari ibu kota ke lokasi periperi geografis dan demografis dengan alasan ekonomi atau strategi (sering disebut ibu kota masa depan atau ibu kota pelopor). Peter I dari Rusia memindahkan pemerintahan dari Mosko ke St.Petersburg untuk memberikan kebesaran Rusia beorentasi ke barat.

3)       Kemal Atarturk memindahkan pusat pemerintahan dari Ottoman Istambul ke Ankara.

4)       Kaisar Ming memindahkan ibu kota dari Nanjing ke Beijing untuk menjauhi Mongols dan Manchus.

Ibukota adalah gambaran awal sebuah negara dimata rakyatnya sendiri dan masyarakat asing. Sedangkan Jakarta kini seakan kehilangan kendali atas dirinya sendiri. Banyak yang mengatakan bahwa Jakarta adalah sebuah Kota yang gagal. Kita akan coba lihat beberapa perspektif yang melemahkan Jakarta agar tetap layak sebagai ibukota.

  1. Arus Urbanisasi yang begitu cepat dan tidak bisa dikendalikan membuat Jakarta mengalami ledakan penduduk. Ini membuat Jakarta semakin jenuh, dan salah satu dampak nyatanya adalah semakin banyaknya masyarakat miskin kota Jakarta yang memenuhi ruang kumuh Jakarta
  2. Infrastruktur yang sudah tidak memadai, salah satu indikatornya adalah volume jalan yang tidak sebanding dengan jumlah kendaraan, ( atau bisa juga dilihat dari perspektif jumlah kendaraan yang terlalu besar ), dan banjir yang terus terjadi setiap tahunnya. Bahkan, hingga di Jalan utama
  3. Penggabungan pusat pemerintahan dan pusat ekonomi dalam satu kota Jakarta menyebabkan pengkerucutan kekuasaan pada beberapa elit saja yang sangat sulit di kontrol, hal ini sangat mudah memunculkan gejala korupsi dan otoritarian semu. Selain itu, pemerintah yang belum stabil seringkali memicu demonstrasi massa yang tentu juga akan menganggu perekonomian.
  4. Kesenjangan sosial masyarakat, sebagaimana kita ketahui bahwa Jakarta tempat tinggal para pengusaha dan ekspatriat hingga menjadi tempat tinggal pedagang kaki lima dan pengangguran. Kesenjangan yang tidak terkendali ini menyebabkan kekerasan, tumbuhnya kawasan kumuh, kriminalitas, dan kerawanan sosial.

Sedikitnya empat pertimbangan ini bisa menjadi penguat bagi pemerintah kita untuk mempertanyakan dan mempertimbangkan kembali, apakah Jakarta masih cukup layak untuk menjadi Ibukota Negara, dalam artian ibukota sebagai pusat pemerintahan. Bukan untuk menambah beban atau sekedar menebar isu di masyarakat, tetapi pemindahan ini adalah bagian dari usaha pemerintah meningkatkan kinerja pemerintah dan pemerataan pembangunan itu sendiri.

Pada akhirnya memang hingga tulisan ini pada penghujung paragrafnya, saya belum bisa memberikan syarat atau kriteria kota yang layak untuk menjadi Ibukota, apalagi hingga menyebut nama kota di Indonesia yang layak untuk menjadi ibukota. Tetapi untuk permulaan, saya akan mengakhiri tulisan ini dengan judul tulisan yang saya buat, bahwa kita perlu menimbang kembali kelayakan Jakarta sebagai Ibukota Indonesia.

Tulisan ini dibuat bukan karena ITB baru melantik rektor baru,  akan tetapi merupakan sebuah pesan bagi siapapun diantara ribuan perguruan tinggi di Indonesia yang akan atau telah menjadi rektor. Bukan untuk sekedar menuntut kepada pemimpin institut pendidikan, akan tetapi justru ini merupakan sebuah itikad baik dari salah seorang mahasiswa untuk menyampaikan pesan dan harapan bagaimana seorang rektor yang dicintai mahasiswa.

Mahasiswa sebagai elemen terbesar di dalam sebuah perguruan tinggi, dan merupakan elemen yang sangat menentukan baik atau tidaknya sebuah perguruan tinggi. Terlepas kualitas dosen dan kapasitas infrastruktur juga menjadi perhatian, tak bisa dipungkiri bahwa memang mahasiswa dan berbagai dinamika di dalamnya akan sangat menentukan sebuah perguruan tinggi dapat menjadi perguruan tinggi  yang berkelas dunia.

Sejatinya, tidak banyak yang diharapkan oleh mahasiswa, mahasiswapun tidak meminta sesuatu yang bersifat materi dalam jumlah besar, karena mahasiswapun sadar bahwa biaya pendidikan yang mahal serta beban pengelolaann perguruan tinggi yang tinggi membutuhkan perhatian pendanaan lebih ketimbang kegiatan mahasiswa yang masih bisa di usahakan dari pendanaan luar perguruan tinggi.

Mahasiswapun juga tidak berharap adanya perlakuan berlebihan yang cenderung kekanak-kanakan. Karena, mahasiswa hanya ingin diberlakukan sebagaimana manusia dewasa yang setara dan mandiri. Karena dengan perlakuan ini, tentunya mahasiswa akan jauh lebih merasa di hormati dan memiliki satu pengakuan akan keberadaan dirinya yang membuat mahasiswa lebih percaya diri.

“kami hanya ingin disapa”, mungkin terkesan retoris pernyataan ini, akan tetapi memang inilah yang dibutuhkan mahasiswa. Mahasiswa tidak butuh sesuatu yang muluk-muluk. Karena mahasiswapun tidak akan tinggal lama dalam sebuah perguruan tinggi , sekitar 4-5 tahun saja seorang mahasiswa menghuni sebuah kampus. Akan tetapi, ternyata masih banyak mahasiswa yang bahkan sudah memasuki tingkat akhir perkuliahannya, ia bahkan tidak mengetahui bagaimana rupa ( bahkan nama ) rektornya. Sungguh ironi, seorang mahasiswa tidak mengetahui siapa rektornya, dan ini menjadi catatan bagaimana visi perguruan tinggi tersebut dapat pula dijalankan pula bersama oleh mahasiswa.

“kami hanya butuh penjelasan”, sebuah keinginan sederhana dari seorang mahasiswa yang ingin mendapatkan rasionalisasi atas segala kebijakan yang ada terutama yang terkait langsung dengan kehidupan mahasiswa dan berkemahasiswaan. Bukan ingin ikut campur dan merasa pintar, akan tetapi kami hanya ingin mendapat penjelasan kenapa sebuah keputusan diambil, apa yang menjadi latar belakang dan apa dampak yang sekiranya akan muncul setelah kebijakan tersebut diambil. Terutama bagi mahasiswa yang berperan di lembaga kemahasiswaan tentu juga memiliki peran dalam menyampaikan ulang dan memberikan penjelasan kepada mahasiswa lain.

“kami hanya butuh sosok bapak”, sosok yang bisa menjadi teladan bagi mahasiswa dalam menuntut ilmu dengan penuh moral. Seorang yang bisa mengerti mahasiswa sebagaimana ia mengerti anaknya. Seorang yang bersedia bertemu dan diskusi langsung dari hati ke hati dan membimbing dengan cara yang tulus. Sosok bapak yang bisa dibanggakan karena ia memiliki kapasitas intelektual yang menjadi panutan mahasiswa dan karakter yang bermoral sehingga menjadi idola mahasiswa.

Sesederhana itu saja keinginan mahasiswa terhadap rektor, kami hanya ingin rektor yang benar benar tulus mencintai mahasiswa. Karena kami ingin maju bersama dengan institusi pendidikan dalam rangka memajukan pendidikan di perguruan tinggi. Dengan sinergi antara mahasiswa dan institusi, pencapaian pembangunan perguruan tinggi akan lebih cepat terwujud, dan semua itu dimulai dari rektor yang bersinergi dan mencintai mahasiswa.

Program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri atau sering disingkat dengan PNPM Mandiri merupakan program pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan melibatkan mereka dalam proses peningkatan kualitas itu sendiri. Tentu dalam bayangan pertama kali, akan terbayang suatu bentuk pengembangan masyarakat dari bawah. Kini dalam ilmu perencanaan menjadi sebuah trend tersendiri bahwa sebuah perencanaan haruslah bottom up planning yakni perencanaan berasal dari kebutuhan masyarakat itu sendiri, dan masyarakatlah yang menentukan dalam skala tertentu apa yang mereka butuhkan. Selain itu, perencanaan haruslah melibatkan masyarakat dalam prosesnya dengan pula mempertimbangkan kearifan lokal dari suatu masyarakat itu sendiri, dalam teorinya dikenal dengan participatory planning.

Pada awalnya PNPM Mandiri ini pun muncul dengan konsep tersebut, dimana masyarakat bukan sebagai objek, melainkan menjadi subjek dari perencaaan itu sendiri. Sehingga adanya satu keterlibatan yang besar dan berakibat pada rasa keberpemilikan atas hasil atau produk rencana dan pembangunan. Hal ini tentu sangat baik, karena sense of belonging masyarakat akan membuat satu pembangunan lebih bertahan lama.

Akan tetapi, dalam keberjalanannnya, program PNPM Mandiri tidaklah se-bottom up yang diperkirakan. PNPM Mandiri menjadi tak ubahnya sebuah pembangun top down biasa yang tidak memberikan dampak signifikan. Hanya pembangunan fisik yang belum tentu bertahan lama karena masyarakat tidak merasa memilikinya sehingga tidak di jaga keberlangsungan produk yang ada. Tentu hal ini sangatlah jauh dari cita-cita “pemberdayaan masyarakat”.

Perlu dilihat bersama, PNPM Mandiri yang terdiri dari berbagai paket program, dan pemerintah daerah bisa memilih program mana yang akan dipilih dan dijadikan sebagai produk pembangunan, berbabagi pilihan program seperti; pembangunan jalan, pembangunan fasilitas umum, perbaikan fasilitas khusus dan sebagainya. Menilik berbagai program yang dapat dipilih, PNPM Mandiri masih berfokus pada pembangunan fisik saja, PNPM Mandiri belumlah menyentuh sisi ekonomi-sosial masyarakat. Seperti pengembangan Koperasi sebagai pusat pengkreditan masyarakat, pelatihan melaut terpadu untuk nelayan, jaminan dana untuk KUD Mina dalam pembayaran ikan sehingga tidak ada tengkulak yang menyusahkan nelayan, atau kebijakan pengembangan teknologi membajak sawah yang lebih berguna dalam meningkatkan produktifitas petani.

Sisi inilah yang belum tersentuh oleh PNPM Mandiri, karena sejatinya pembangunan fisik hanya akan jad rongsokan belaka jika tidak di imbangkan dengan pembangunan ekonomi-sosial. Selain itu, proses focus group discussion (FGD) pun perlu diperhatikan prosesnya dengan seksama.  Harapan besar di dalam FGD tersebut, benar benar masyarakat menyumbangkan pemikirannya dan pemimpin masyarakat memutuskan program apa yang akan di ajukan ke pemerintah dengan berdasar aspirasi dan diskusi masyarakat.

Disinilah baru proses bottom up planning dan participatory planning dapat terjadi sehingga terwujudlah community development. Dimulai dari keresahan dan permasalahan, dilanjutkan dengan focus group discussion,lalu di dimaktubkan dalam pengajuan sebuah proposal pembangunan berbasis kearifan lokal kepada pemerintah, dan pada akhirnya pemerintah mendanai dan memonitor proses pembangunan hingga tuntas. Jika hal ini, bisa di wujudkan tentunya masyarakat tidak hanya akan terbantu secara pembangunan fisik, akan tetapi pembangunan sosial dan budayapun dapat terwujud.

PEMECAHAN REKOR MURI
“Peta Indonesia Terbesar yang Terbuat dari Sampah”
5 Februari 2010 | 16.30 – 18.00 WIB
Lapangan Rumput Sipil

OPENING ITB FAIR 2010
Launching Majalah Keprofesian “Proficio!”
Launching Katalog Karya ITB FAIR 2010
Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Nuh, DEA (Mendiknas RI), H. Ahmad Heryawan (Gubernur Jawa Barat), Prof. Dr. Akhmaloka (Rektor ITB), Presiden KM ITB, Ketua ITB FAIR 2010
Pertunjukan LSS ITB, Tarian Kolosal Infinity
6 Februari 2010 | 08.30 – 10.00 WIB
Jam Ganesha

TALKSHOW KONFERENSI MAHASISWA INDONESIA
Key Note Speech: Suharso Monoarfa (Menpera RI)
Pembicara: Joko Widodo (Walikota Solo), Darmaningtyas(Pemilik Taman Siswa), Nurjaman Mochtar (Deputi News & Sport TVOne), Sugeng Prawoto (Pemred Metro TV), Anindya Bakrie (Presdir Bakrie Telecom, ANTV)
6 Februari 2010 | 10.35 – 13.30 WIB
Ruang 9231 GKU Timur

KONFERENSI MAHASISWA INDONESIA
“Momentum Kolaborasi Menuju Masyarakat Indonesia Mandiri”
6 Februari 2010 | 15.30 – 22.30 WIB
7 Februari 2010 | 08.30 – 18.15 WIB
Ruang 9231 GKU Timur

SEMINAR MATEMATIKA
“Best Career in the Future and the Mathematics Role Inside”
Pembicara: Budi Tampubolon (Aktuaris), Irma Savitri Widyasari (Profesional), Prof. Edy Soewono (Dosen ITB)
6 Februari 2010 | 10.00 – 12.00 WIB
Aula Barat

FINAL COMMUNITY DEVELOPMENT COMPETITION (CDC)
Key Note Speech: Anindya Bakrie (Presiden Direktur PT Bakrie Telecom)
6 Februari 2010 | 10.15 – 17.15 WIB
Aula Timur, RSG Planologi Lt.6
7 Februari 2010 | 09.00 – 12.45 WIB
Aula Timur

PAMERAN KARYA MAHASISWA
Pameran Karya Himpunan Mahasiswa ITB, GPL (Gerakan Peduli Lingkungan), ZWE (Zero Waste Event), Majalah Keprofesian Proficio!
6 Februari 2010 | 10.00 – 19.00 WIB
7 Februari 2010 | 08.00 – 19.00 WIB
Lapangan Basket, Jalan CC, Lapangan Parkir Labtek V & VIII, dan Selasar Labtek VI & VII

IDEA MALL
“Inovasi dan Inspirasi”
Inovasi Karya, Diskusi Cafe, Hall of Fame, Pojok Foto, Mimpi Anak Bangsa Tak Tercapai, Pameran Lomba Idea Mall (Video, Gambar, Esai)
6 Februari 2010 | 10.00 – 19.00 WIB
7 Februari 2010 | 10.00 – 19.00 WIB
CC Barat & Timur

DONOR DARAH
6 Februari 2010 | 10.00 – 17.00 WIB
7 Februari 2010 | 08.00 – 17.00 WIB
Selasar Labtek V

EDU KIDZ
Drawing Class, Paperclay Class, Origami Class, Cooking Class
6 Februari 2010 | 10.00 – 17.00 WIB
7 Februari 2010 | 08.00 – 17.00 WIB
Selasar Labtek VI

TUR FAKULTAS
Pengenalan Fakultas bagi Siswa SMA
6 Februari 2010 | 11.00 –17.00 WIB
7 Februari 2010 | 09.00 –17.00 WIB
Stand Registrasi: Boulevard

TALKSHOW IDEA MALL I
“Pemberdayaan Teknologi untuk Kemandirian dan Kemakmuran Bangsa”
Pembicara: Ir. M. Hatta Rajasa (Menko Perekonomian RI), Prof. Dr. Ir. Muhammad Zuhal, MScEE (Menristek RI 1998-1999), Kwik Kian Gie (Kepala Bappenas 2001-2004)
Moderator: Alfito Deannova (Presenter TV One)
6 Februari 2010 | 13.00 – 17.00 WIB
Aula Barat

PANGGUNG BERSINAR
Penampilan Band Himpunan Mahasiswa ITB
6 Februari 2010 | 13.00 – 16.00 WIB
7 Februari 2010 | 13.00 – 16.00 WIB
Tugu Soekarno

TALKSHOW GADING-GADING GANESHA
6 Februari 2010 | 16.30 –17.50 WIB
Tugu Soekarno

URBAN SITE
Komunitas Mural, Skate Board, BMX, Street Magcian, Ganesha Bicycle ITB, Atlas Parkur ITB, Capoeira ITB
6 Februari 2010 | 13.00 – 18.00 WIB
7 Februari 2010 | 13.00 – 18.00 WIB
Lapangan Cinta

ART & MUSIC PERFORMANCE:
“Save The Children, Save The Future”
Efek Rumah Kaca, BLP (Barry Likumahuwa Project), Baby Eat Crackers, RMHR (Rumah Musik Harry Roesli), Loedroek ITB, MGG ITB, Fashion Show Kriya ITB
6 Februari 2010 | 18.30 –23.05 WIB
7 Februari 2010 | 16.00 –17.45 WIB
Jam Ganesha

SEMINAR ECOCAMPUS
“Bergerak, Sinergis, dan Berkarya menuju ITB EcoCampus”
Pembicara: Prof. Dr. Akhmaloka (Rektor ITB), Dr. Alexander Sonny Keraf (KLH), M. Ridwan Kamil (Dosen ITB), Presiden KM ITB, Ganesa Hijau
Moderator: M.Bijaksana Junerosano (Social-Entrepreneur)
7 Februari 2010 | 08.00 – 12.00 WIB
Aula Barat

TALKSHOW IDEA MALL II
“Pemberdayaan Potensi Bangsa dalam Pengembangan Teknologi Berbasis Industri dan Masyarakat”
Pembicara: Drs. H. Suharna Surapranata, MT (Menristek RI), Adi Sasono (Menteri KUKM 1998-1999), Dr. Ir. Adik Avianto Sudarsono, MSIE (Dirut PINDAD)
Moderator: Najwa Shihab (Metro TV)
7 Februari 2010 | 13.00 – 16.00 WIB
Aula Barat

MALAM PUNCAK ITB FAIR 2010
Deklarasi Konferensi Mahasiswa Indonesia: Dr. Andi Alfian Mallarangeng (Menpora RI)
Jingle ITB FAIR 2010: Fruit n’ Salads
Pengumuman Juara CDC (Community Development Competition)
Cokelat, UKA ITB, UKIR ITB, MGG ITB, ITB Golden Voice, Teatrikal Infinity
7 Februari 2010 | 19.00 –22.30 WIB
Jam Ganesha

kita mahasiswa

oleh : ridwansyah yusuf achmad

hidup mahasiswa !
pekikan yang membahana mengisi ruang udara
seakan menghentikan kicau burung
dan mendiamkan dedaun yang berjatuhan

hidup rakyat indonesia !
kata kata penuh gelora
yang menggetarkan bumi berrongga
dan menundukkan pepohon yang menjulang

perjuangan !
tiada kata jera dalam perjuangan
perlawanan !
tiada kata diam dalam perlawanan
pembebasan !
tiada kata lelah dalam pembebasan
keadilan !
tiada kata henti untuk keadilan

dari kajian lah kita mulai berjuang
mengisi malam dengan dialektika
berharap menemukan jawaban
atas kepedihan rakyat indonesia

dari tulisan lah kita mulai bergerak
menorehkan tinta harapan
dari rakyat yang bertumpu pada mahasiswa
dengan tulisan kita akan mengubah indonesia

dari aksi lah kita mulai berkorban
meneteskan keringat dalam terik panas
menguatkan tubuh bergesekan dengan rezim yang dzalim
bahkan darah pun bukan harga yang mahal dalam pengorbanan

dari perubahan lah kita mulai tersenyum
perubahan adalah keniscayaan atas perjuangan
karena perubahan adalah sesuatu yang abadi
atas segala do’a dan totalitas perjuangan

Sudah hampir 2 bulan Pansus Angket BC bekerja mengungkap skandal BC. Namun Pansus Angket BC belum memanggil seluruh saksi atau aktor-aktor yang terlibat dalam skandal ini termasuk memanggil dan memeriksa Presiden SBY. Apalagi Presiden SBY terlah memberikan perintah agar kasus BC diusut secara terbuka dan tuntas.

Mengapa Presiden SBY Harus Dipanggil Pansus Angket BC?

1.       Untuk membuktikan bahwa presiden SBY konsisten dengan apa yang sering diucapkan, berada pada garis depan pemberantasan korupsi.

2.       Untuk mengklarifikasi kehadiran Marsilam Simanjuntak pada rapat-rapat KSSK (Komisi Stabilitas Sistem Keuangan), apakah sebagai pejabat yang ditugaskan oleh Presiden atau hanya sebagai pribadi atau narasumber

3.       Presiden SBY diduga mengikuti proses pembahasan bailout BC oleh BI, Depkeu dan lembagaterkait lainnya, menjelang ditetapkannya keputusan bailout.

4.       Berdasarkan notulensi rapat KSSK :

a.       Menkeu Sri Mulyani seudah menginformasikan masalah bailout BC kepada Presiden

b.      Sri Mulyani pada awal rapat menyebutkan Marsillam diminta presiden untuk bekerja dengan KSSK

c.       Raden Pardede juga menegaskan bahwa kehadiran Marsillam adalah karena diminta Presiden untuk berkerja sama dengan KSSK.

5.       Meskipun Perppu No 4/2008 telah ditolak DPR pada tanggal 18 desember 2008. Pemerintah menganggap Perppu tersebut masih berlaku. Hal ini mengindikasikan bahwa pemerintah dapat dianggap sedang berupaya untuk mengamankan diri dari keputusan dan pelaksanaan bailout BC yang bermasalah tersebut. Oleh sebab itu Presiden SBY perlu diklarifikasi oleh pansus

6.       Presiden SBY perlu dipertanyakan mengapa membiarkan organisasi sepenting KSSk hanya diduduki oleh 2 orang pejabat. Pertanyaan ini juga penting karena yang menjadi ketua KSSK adalah salah satu anggota kabinetnya.

7.       Proses pengambilan keputusan bailout BC oleh KSSK terjadi pada saat Presiden SBY berada di Amerika. Perlu ditanyakan kepada Presiden SBY seberapa sering perkembangan proses tersebut dilaporkan dan dikoordinasikan oleh ketua KSSK kepada Presiden

Apabila Presiden SBY bersedia memberikan kesaksian terkait pengungkapan skandal BC, berarti Presiden SBY telah menunjukkan komitmen penegakan hukum dan pemberantasan korupsi dalam 100 hari masa kerja pemerintahannya.

Partai-partai koalisi yang terlibat dalam Pansus Angket BC harus bersikap objektif, independen dan tidak perlu takut dengan ancaman resuffle kabinet. Orang –orang yang terlibat dalam skandal BC telah melakukan berbagaii upaya yang melanggar hukum dalam rangka mengamankan diri. Menkeu telah menggalang dukungan PNS dengan meminta seluruh PNS memasang “Gelang M”. Pada saat sidang pansus di DPR, Menkeu juga membawa sejumlah pejabat eselon I dan II DPR. Hal pokok yang harus diusut secara tuntas adalah peta aliran dana, dengan terungkapnya hal ini maka akan tampak siapa-siapa saja yang merampok uang rakyat dari kebijakan kucuran BC ini.

Demi Tuhan, Untuk Bangsa dan Almamater…

Pendahuluan

Latar Belakang

Terpilihnya Prof.Akhmaloka sebagai Rektor ITB 2010-2014 adalah satu fase dari perubahan ITB kedepannya. Baik atau tidaknya perubahan akan sangat ditentukan dengan sejauh mana perencanaan yang dilakukan dan kolaborasi potensi seperti apa yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan yang di inginkan. Sebagai seorang Rektor terpilih tentu Prof.Akhamaloka sangat membutuhkan berbagai masukan dan aspirasi agar dapat menjadi satu poin tersendiri dalam perencanaan yang dilakukan.

Keluarga Mahasiswa ITB adalah satu entitas kemahasiswaan yang berada dalam satu payung ITB. Dimana Keluarga Mahasiswa ITB adalah bagian dari keluarga besar ITB itu sendiri, dan Keluarga Mahasiswa ITB  menjadi bagian yang sangat penting pula dalam membangun ITB menjadi Institusi yang lebih baik. Dalam konteks yang lebih detail adalah bagian kemahasiswaan itu sendiri.

Hubungan yang diharapkan antara institusi dengan kemahasiswaan bersifat interdependensi yakni adanya hubungan kemitraan yang saling membutuhkan dan saling menguntungkan. Sehingga tidak ada lagi istilah pihak rektorat dan pihak mahasiswa dalam istilah komunikasi yang dijalankan antara institusi dengan mahasiswa. Semua harus berkolaborasi dan memainkan nada nada harmonis agar semua tujuan bisa bergerak dengan baik. Harapan besar dengan adanya masukan ini akan menjadi sebuah hal yang bermanfaat bagi kemahasiswaan ITB kedepan, dan ITB kedepan yang lebih baik yang harmonis dan progresif.

Continue Reading »

Students is the largest element in  a college, thus become a reasonable, if there is student involvement in determining policy and direction of motion universities. Collaboration between this two elements of instituion will impact the similar vission and actvities objection among them. Thus, the vision of college that led to world-class universities will be achieved well. Because the students already know how he can play a role in the development of a college.

Type of collaboration :

  1. Academic collaboration
    1. conduct joint research between lecture and student
    2. application and practice of research to community development ( example : making  pico-hydro powerplant for power generation in a village, or building a simple bridge for connecting two village )
    3. integrated the research with entrepreneurhip spirit of the student
    4. non-academic collaborationheld join program about student softskill development program
    5. help informing the scholarship programs to the students
    6. cultivate the spirit to follow the scientific competition
    7. give apreciation to the students whom won the scientific competition

Collaboration methods :

  1. Vission sharing between the chancellor with the student leaders
  2. Focus group discussion for student-related policies and issues
  3. Familial communication, lecture role as parents in the college for the students
  4. Involvement of students to various campus facilities management, such as cafetaria, dormitory, and student centre.
  5. Involvement of student organizations as part of the institution in creating an integrated campus management, by makin the student organization as a partner for the institution

With good collaboration in the management, a university would be very helpful in realizing his vision.By students as the largest element in a university was involved in it.

Berbicara tentang eco-campus, tentu akan terlintas dalam benak kita tentang sebuah kampus yang segala sesuatu yang di dalamnya sangat ramah lingkungan. Memang isu lingkungan belakangan ini menjadi buah bibir dari berbagai kalangan. Ada yang sangat pro hingga sangat vokal dalam bersuara, hingga ada kalangan yang menganggap isu pemanasan global hanya sekedar hoax belaka. Terlepas dari itu semua, pada dasarnya kita sepakat bahwa lingkungan harus di jaga, karena ia yang akan memastikan skilus kehidupan berjalan dengan baik.

Kampus sebagai sebuah mega-struktur pendidikan yang di dalamnya terdapat berbagai elemen yang sedang mencoba memutar roda peradaban, tentu diharapkan sangat dapat menjadi satu percontohan bagaimana komunitas yang ramah lingkungan itu diterapkan. Kita berbicara komunitas, karena memang komunitas lah elemen terkecil setelah manusia dalam satu tatanan masyarakat dunia. Jika pada skala komunitas perbaikan itu bisa terwujud, maka bukan hal yg sulit tentunya perbaikan pada skala yang lebih besar dapat terwujud.

Disinilah peran perguruan tinggi atau kampus untuk memberikan satu pencerahan kepada masyarakat. Dengan memulai satu tatanan masyarakat dalam komunitas yang modern, yakni masyarakat yang memiliki paradigma yang baik tentang lingkungan ( eco-minded ). Dengan adanya masyarakay yang memiliki paradigma ini, perubahan menuju tatanan masyarakat yang berbasis lingkungan.

Berbicara tentang bagaimana menjadikan masyarakat yang peduli lingkungan, tentu dimulai dari pendidikan tentang pola hidup ramah lingkungan itu sendiri. Karena karakter inilah yang akan menjadi penguat untuk pembentukan komunitas berbasis lingkungan. Ini yang akan menjadikan nantinya eco-campus itu terinternalisasi dengan baik. Tidaklah perlu terlalu tergesa-gesa bahwa sebuah kampus sudah green campus atau eco-campus, karena seperti yang diutarakan di awal, bahwa eco-community bukanlah apa yg terpampang atau terlihat secara fisik seperti pembangunan sarana atau fasilitas, tetapi berada pada individu di sebuah komunitas itu yang sudah eco-minded.

Untuk pendidikan dan pembudayaan ini tentu butuh waktu dan proses, poin terpentingnya adalah terus menerus mempropagandakan hal ini dengan repetisi yang tepat. Lalu, memulai pembudayaan dengan hal yang sederhana, seperti penggunaan kertas dengan baik, mengalihkan penggunaan surat kertas ke e-email, penghematan penggunaan air, pengurangan jumlah kendaraan bermotor secara berkala hingga penghematan listrik untuk hal yang berlebihan.

Selanjutnya, dimulailah pembangunan infrastruktur yang ramah lingkungan secara berkala seperti tempat penyimpanan sepeda yang diharapkan bisa menstimulus penggunaan sepeda ke dan di dalam kampus, tempat sampah yang terpilah sesuai prinsip pemilahan sampah ( organik dan non-organik ), menerapkan konsep zero waste event untuk kegiatan kegiatan yang dijalankan. Hal-hal sederhana ini bisa dilakukan pada langkah awak.

Jika sudah pada tahap pembangunan fasilitas yang lebih terstruktur, pembangunan / renovasi gedung agar bisa memanfaatkan ventilasi dan jendela sebagai sumber udara dan cahaya sehingga bisa melakukan penghematan listrik, sistem rain water harvesting agar air hujan yang turun tidak terbuang begitu saja, green roof top agar tampak lebih hijau dan teduh, meminimalkan penggunaan aspal atau alas jalan yang tidak menyerap air, dan berbagai hal lainnya. Tetapi tentu semua ini bisa sustain, jika mayoritas anggota dalam komunitas adalah seorang yang eco-minded.

ITB sebagai kampus teknologi dan mengedepankan ilmu pengetahuan sebagai dasar menginspirasi, memiliki kesempatan untuk menjadi pionir eco-campus pertama di Indonesia. Tentu dengan proses dan ekskalasi yang benar. Tahun 2012 adalah waktu yang dirasa tepat untuk merampungkan semua. Dan hingga tahun itu, pendidikan lingkungan dan pembangunan ITB yang berbasis lingkungan bisa lakukan.

ngantuk…

cuma mau bilang kalau sedang ngantuk….

nunggu sms yang tak kunjung datang….

1. “Ulang Tahun Keluarga Mahasiswa ITB ke-14″
Rabu , 20 Januari 2010 7:00pm
Event: Ulang Tahun Keluarga Mahasiswa ITB ke-14
What: Ceremony
Start Time: Wednesday, January 20 at 7:00pm
End Time: Wednesday, January 20 at 11:00pm
Where: di depan Tugu Soekarno, ITB

2. UNDANGAN dari MWA
Ketua Majelis Wali Amanat dengan hormat mengundang
seluruh Civitas Akademika untuk menghadiri acara
“Silaturahmi MWA ITB dengan Komunitas Akademik”
pada hari Kamis tanggal 21 Januari 2010, Pukul 09.00 – 13.00
bertempat di Aula Barat ITB Jalan Ganesha no. 10 Bandung.

Agenda silaturahmi berupa penyampaian informasi sbb :

- Kesan dan Pesan Rektor ITB (Prof. Djoko Santoso)
- First among the equals (Ir. Martiono Hadianto, MM)
- Perkembangan Penyusunan Draft AD ITB (Prof. Rizal. Z. Tamin)
- Perkembangan Rencana Masterplan Akademik dan Kampus Baru ITB
(Prof. Djoko Suharto dan Ir. Yani Panigoro, MM)

serta dialog dan pengumpulan masukan dan saran dari komunitas akademik ITB.

Atas kehadiran Saudara/Saudari kami mengucapkan terima kasih.

Bandung, 12 Januari 2010

Ketua

Yani Panigoro

3. Undangan Nontong Bareng Sang Pemimpi bersama Arifin Panigoro (CEO Medco Group).

Hari Sabtu, 23 Januari 2010 @ Blitz PVJ

GRATIS!!! untuk 1000 mahasiswa

Konfirmasi ke alaska39@yahoo. com sebelum tanggal 20 Januari 2010 dengan format:

sangpemimpi_ (nama lengkap)_lembaga_ nim_noHP

Tiket mulai dapat diambil hari Kamis 21 Januari 2010 dengan membawa KTM/KSM

Mohon disebarkan ke seluruh teman-temannya! !!!

CP:
Alief 085624189554
Kaca 0811222133
Radeya 081586188860

4. Konferensi Internal ITB FAIR
sabtu 23 Januari 2010-01-19 09.00-selesai
RSG Planologi

5. ISO Cinema of Life Symphony: Listen to the Melody of Movies, Pre-concert
akan
digelar pada :
Hari, tanggal : Sabtu, 23 Januari 2010
Waktu : Pukul 19.00 – 21.00 WIB
Tempat : Auditorium Usmar Ismail Hall, Jakarta


Perjanjian perdagangan bebas ASEAN-China cepat atau lambat akan menhancurkan sendi sendi industri di dalam negeri. Perjanjian Zona Perdagangan Bebas ASEAN-China (ACFTA) itu sudah dimulai sejak terhitung 1 Januari 2010. Ini merupakan perjanjian perdagangan bebas kedua yang di jalankan oleh Indonesia setelah ASEAN Free Trade Zone  (AFTA) di awal tahun 2000an. Sejak diberlakukan area perdagangan bebas ini bisa dikatakan Indonesia belum cukup stabil dalam manghadapi area perdagangan bebas. Dalam beberapa hal justru perjanjian ini merugikan Indonesia yang belum siap secara kapasitas sumber daya manusia dan kualitas infrastruktur pendukung.

Diberlakukannnya ACFTA di tahun 2010 ini memang belum begitu terasa dampaknya. Karena pada dasarnya infiltrasi dari produk China belum begitu signifikan secara jumlah. Akan tetapi, hanya tinggal menunggu waktu hingga ekonomi kita di Indonesia semakin tergerus oleh pengaruh ekonomi China. Contoh nyata sudah mulai terlihat, jika berkunjung ke pasar swalayan. Maka, akan terlihat bahwa harga buah-buahan “mandarin” atau “made in china” lebih murah ketimbang buah-buahan lokal seperti mangga manalagi atau apel malang. Tentu hal ini sudah menjadi ancaman tersendiri bagi produk lokal kita yang gagal bersaing dengan produk asing, khususnya China.

Continue Reading »

Older Posts »